-->

Kapal Perang Jerman Berencana Melayari Laut China Selatan, Begini Kata AS

Pejabat pemerintah Jerman mengatakan sebuah fregat Jerman akan berlayar ke Asia pada bulan Agustus dan, dalam perjalanan kembali, menjadi kapal perang Jerman pertama yang menyeberangi Laut Cina Selatan sejak 2002.

Foto: US Navy via Vietnam Times

WASHINGTON, IPHEDIA.com - Amerika Serikat pada Rabu waktu setempat memuji rencana sekutu NATO, Jerman, untuk berlayar dengan kapal perang melintasi Laut China Selatan yang diperebutkan.

Mengenai rencana Jerman itu, AS menyebutnya sebagai dukungan menyambut tatanan internasional berbasis aturan di kawasan itu, sesuatu yang menurut Washington terancam oleh China.

Pejabat pemerintah Jerman mengatakan pada Selasa sebuah fregat Jerman akan berlayar ke Asia pada bulan Agustus dan, dalam perjalanan kembali, menjadi kapal perang Jerman pertama yang menyeberangi Laut Cina Selatan sejak 2002.

"Amerika Serikat memiliki kepentingan nasional dalam pemeliharaan perdamaian dan stabilitas, penghormatan terhadap hukum internasional, perdagangan tanpa hambatan yang sah, dan kebebasan navigasi dan penggunaan sah lainnya dari laut," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, melansir Reuters, Kamis.

“Kami menyambut baik dukungan Jerman untuk tatanan internasional berbasis aturan di Indo-Pasifik. Komunitas internasional memiliki kepentingan penting dalam pelestarian tatanan maritim terbuka," tambahnya.

Seorang juru bicara kementerian luar negeri di China, yang mengklaim sebagian besar Laut China Selatan, mengatakan negara-negara menikmati kebebasan navigasi dan penerbangan di jalur air di bawah hukum internasional, tetapi menambahkan mereka tidak dapat menganggapnya sebagai alasan untuk merusak kedaulatan dan keamanan negara pesisir.

Para pejabat Jerman mengatakan kapal perang itu tidak akan lewat dalam batas 12 mil laut yang diklaim China dan negara-negara saingannya sebagai perairan teritorial di sekitar fitur yang diperebutkan di jalur air strategis tersebut.

China telah mendirikan pos-pos militer di pulau-pulau buatan yang telah dibangunnya di Laut China Selatan dan Washington telah menolak klaim Beijing yang disengketakan atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar laut sebagai "sepenuhnya melanggar hukum".

Angkatan Laut AS secara teratur melakukan operasi kebebasan navigasi di mana kapal perangnya lewat di dekat beberapa pulau ini. Sangat menarik bagi sekutu untuk mengikutinya.

Bulan lalu, Prancis mengatakan kapal selam dan kapal perang bertenaga nuklir Prancis berpatroli di Laut China Selatan untuk menggarisbawahi kebebasan navigasi. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top