-->

HUT Ke-4, SMSI Bersama BKKBN Provinsi Jambi dan SAH Berkolaborasi Kurangi Stunting

"Jambi menempati rangking 5 di Indonesia, dan Presiden Jokowi mengharapkan tahun 2024, angka stunting sudah mencapai 14 persen," ujar Sutan Adil Hendra.



JAMBI, IPHEDIA.com - Memperingati HUT ke-4 Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), SMSI Provinsi Jambi bersama BKKBN Provinsi Jambi dan anggota DPR RI, Sutan Adil Hendra (SAH), sepakat mengurangi angka stunting di Jambi.

Untuk itu, dalam waktu dekat, SMSI Jambi bersama BKKBN dan SAH berencana akan menyerahkan bantuan di salah satu lokasi di Jambi. Ini setelah dilakukan rapat dan silaturahmi di Gedung BKKBN Jambi, Kamis.

Pada kesempatan tersebut, Sutan Adil Hendra mengatakan silaturahim yang dilakukan ini sangat baik. Terlebih untuk stunting, kata dia, di Jambi masih menjadi catatan sehingga perlu peran bersama untuk menguranginya.

"Jambi menempati rangking 5 di Indonesia, dan Presiden Jokowi mengharapkan tahun 2024, angka stunting sudah mencapai 14 persen," ujar Sutan Adil Hendra.

BKKBN, lanjut SAH, adalah tumpuan sesuai kehidupan manusia, membutuhkan kinerja yang baik untuk mendapatkan generasi sejahtera. 

"Dari program BKKBN ini kita dapat mengetahui gizi yang baik mulai dari ibu hamil dan anak-anak untuk mendapatkan generasi yang sejahtera," bebernya.

Sementara itu, Kepala BKKBN Jambi, Munawar Ibrahim mengatakan pihaknya sangat mendukung kegiatan ini. Dirinya pun telah menyiapkan salah satu lokus untuk dikunjungi dalam rangkain HUT ke-4 SMSI Jambi.

"Saat ini, Provinsi Jambi secara nasional berdasarkan survey kesehatan berada di angka 22 persen, namun nanti pasca pendataan keluarga (PK21), kita akan bisa mendapatkan jawaban yang tuntas untuk data stunting ini," jelasnya.

Ketua SMSI Jambi, Mukhtadi Putra Nusa mengatakan, pada HUT-4 SMSI ini, dirinya berharap SMSI dapat berkontribusi memberitakan informasi, sosialiasi kepada masyarakat. Salah satunya, mengenai pembinaan dari BKKBN terhadap warga stunting di Jambi.

"Kami berkomitmen untuk menginformasikan kepada masyarakat mengenai upaya pengurangan angka stunting dan informasi lainnya untuk mengedukasi masyarakat," tandasnya. (Vid/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top