-->

Gandeng OK OCE, Babel Ciptakan Lapangan Kerja Baru Melalui Pengembangan Kewirausahaan Terpadu

Hingga saat ini, Pemprov Babel bersama perangkat daerah terus mengaji dan memperdalam isi perjanjian kerjasama dengan OK OCE, agar kerjasama ini dapat memberi manfaat maksimal bagi pengembangan wirausaha yang ada di Babel.



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Wakil Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Abdul Fatah, meminta agar penandatanganan nota kesepakatan dengan OK OCE dapat sepenuhnya bermanfaat bagi masyarakat guna memperkuat pengembangan UMKM yang bermuara terciptanya lapangan kerja baru.

Hal tersebut diungkapkan Wagub Abdul Fatah pada rapat koordinasi pembahasan Perjanjian Kerjasama antara Pemprov Babel dengan OK OCE terkait Pengembangan Kewirausahaan Terpadu di Ruang Rapat Wakil Gubernur Babel, Rabu.

Hingga saat ini, Pemprov Babel bersama perangkat daerah terus mengaji dan memperdalam isi perjanjian kerjasama dengan OK OCE, agar kerjasama ini dapat memberi manfaat maksimal bagi pengembangan wirausaha yang ada di Babel.

"Kita akan melihat spesifikasi dari masukan setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Tugas dan fungsi dari OPD mana yang dapat menjadi peluang kewirausahaan, baik melalui pelatihan maupun pemasarannya," jelas Wagub.

Lebih jauh Wagub menyebut bahwa kerjasama ini tidak hanya menyentuh sektor UMKM saja, melainkan dapat menyentuh semua sektor yang ada di perangkat daerah. 

Sebagai contoh, dirinya menyebut, Dinas Kehutanan dapat bekerjasama dengan program OK OCE dengan memberikan 10 kerjasama terbaik dari sekitar 40 perusahaan yang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan.

OK OCE sendiri adalah program penting yang digalakkan Babel akhir-akhir ini guna mengentas kemiskinan dan pengangguran di Babel melalui pengembangan sektor UMKM.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (UMKM), Elfiana, mengungkapkan bahwa kerjasama dengan OK OCE akan dapat memberikan nilai positif dan menguntungkan, utamanya dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran dan kesejahteraan masyarakat Babel, mulai dari proses pendaftaran, pemasaran, hingga pemodalan.

"Kita manfaatkan fasilitas dari OK OCE sebaik mungkin, baik itu pelatihan kewirausahaan maupun proses pemasarannya. Pada dasarnya, UMKM ini bukan kerja satu pihak, melainkan kerja semua pihak," tuturnya. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top