Filipina Sebut Ratusan Kapal Milisi China Menyebar di Perairan Laut China Selatan yang Disengketakan

Filipina menggambarkan kehadiran kapal-kapal itu di dalam zona ekonomi eksklusif sepanjang 200 mil di Whitsun Reef "mengerumuni dan mengancam", sementara Kanada, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan lainnya telah menyuarakan keprihatinan tentang niat China, hingga memicu teguran dari Beijing.



MANILA, IPHEDIA.com - Ratusan kapal China yang diyakini diawaki oleh milisi di Laut China Selatan telah menyebar ke wilayah yang lebih luas, kata Filipina pada Rabu, dan meminta  agar armada-armada itu ditarik segera.

Filipina menggambarkan kehadiran kapal-kapal itu di dalam zona ekonomi eksklusif sepanjang 200 mil di Whitsun Reef "mengerumuni dan mengancam", sementara Kanada, Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan lainnya telah menyuarakan keprihatinan tentang niat China, hingga memicu teguran dari Beijing.

Diplomat China mengatakan kapal-kapal itu berlindung dari laut yang ganas dan tidak ada milisi di dalamnya. Dalam sebuah pernyataan, satuan tugas Filipina di Laut China Selatan menyatakan keprihatinan yang mendalam atas kehadiran yang melanggar hukum (pengerumunan) milisi maritim Cina. 

"Baik Filipina maupun komunitas internasional tidak akan pernah menerima pernyataan China tentang apa yang disebut 'kedaulatan terintegrasi yang tak terbantahkan' di hampir seluruh Laut China Selatan," kata gugus tugas itu, mendesak penarikan segera kapal-kapal itu, melansir Reuters.

Posisi Filipina atas kapal-kapal China adalah salah satu yang terkuat sejak Presiden Rodrigo Duterte mengambil alih kekuasaan pada 2016 dan berusaha berteman dengan Beijing, yang telah membuat frustrasi para nasionalis yang mengatakan bahwa dia bersikap lunak terhadap China, merusak hubungan dengan Amerika Serikat, dan bertaruh dengan kedaulatan nasional.

Mengutip intelijen yang dikumpulkan oleh patrolinya sendiri, gugus tugas tersebut mengatakan 44 kapal masih di Whitsun Reef dan sekitar 200 lainnya tersebar di sekitar bagian lain dari pulau Spratly, termasuk di dekat pulau-pulau buatan China yang dimiliterisasi, di mana empat kapal angkatan lautnya terlihat.

Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, pada Senin mengatakan Washington mendukung sekutunya, Filipina, dalam menghadapi milisi maritim China yang berkumpul di Whitsun Reef. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top