Dua Pekerja Tambang Emas Ilegal Tewas Tertimbun Longsor

Kapolsek Jujuhan, Iptu Yudhi Prastyo, membenarkan adanya dua korban aktivitas PETI dengan menggunakan mesin robin itu. "Polisi sudah memasang police line di lokasi," katanya.



JAMBI, IPHEDIA.com - SD (28) dan AG (29) dua orang pekerja tambang emas ilegal warga Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, tewas setelah tertimbun longsoran lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang mereka gali.

Kapolsek Jujuhan, Iptu Yudhi Prastyo, membenarkan adanya dua korban aktivitas PETI dengan menggunakan mesin robin itu. "Polisi sudah memasang police line di lokasi," katanya, Jumat.

Kedua orang tewas menggemaskan tertimpa reruntuhan tebing yang mereka gali itu terjadi ketika dua korban menyelam hingga ke dasar sungai membuat jalur baru mencari emas. Saat sedang menyelam itu, tiba-tiba tebing runtuh dan menimbun mereka berdua, Kamis.

Dalam kejadian naas ini, satu orang tewas di tempat, sedangkan satu orang lagi meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju rumah sakit. Tewasnya dua orang ini menambah daftar panjang jumlah korban tewas akibat tambang emas ilegal di Provinsi Jambi.

Setelah mendapatkan informasi adanya kejadian tersebut, anggota Polsek Jujuhan langsung turun ke TKP dan memasang police line di lokasi tersebut. Kedua korban telah dibawa pihak keluarga dan sudah dimakamkan.

Kapolsek Jujuhan menyebut, pihaknya telah berupaya melakukan sosialisasi dan penindakan terhadap pelaku PETI yang beroperasi di Kecamatan Jujuhan dan sekitarnya. Namun, penambangan emas ilegal masih saja berlangsung.

Ke depan, Polsek Jujuhan akan semakin intens mengimbau masyarakat dan melakukan penertiban di lokasi yang diduga ada tambang emas ilegal tersebut. Karena selain merusak lingkungan juga ada korban jiwa akibat aktivitas PETI ini. (man/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top