-->

Ditreskrimsus Polda Jambi Ungkap Jaringan Investasi Bodong, Aktor Intelektual Warga Malaysia

"Pelaku RJ perantara awal pembuka rekening yang bertujuan sebagai penampung modal atau aliran dana oleh para peserta di Indonesia. Aktor utama money game skema Ponzi ini berada di Malaysia," kata Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono.



JAMBI, IPHEDIA.com - Ditreskrimsus Polda Jambi mengungkap jaringan investasi bodong berbasis aplikasi onlin Share Result (SR) yang memakan ratusan korban, dengan menangkap salah satu penyedia investasi yang diduga dikendalikan oleh aktor intelektualnya, warga negara Malaysia.

Ditreskrimsus Polda Jambi setelah berupaya sekira kurang lebih dua bulan berhasil meringkus satu tersangka penyedia investasi berinisial RJ, warga Jember, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 6 Maret 2021 lalu.

"Pelaku RJ perantara awal pembuka rekening yang bertujuan sebagai penampung modal atau aliran dana oleh para peserta di Indonesia. Aktor utama money game skema Ponzi ini berada di Malaysia," kata Direktur Reskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, Jumat.

Menurut pengakuan tersangka RJ, ia tidak mengetahui tujuan pembukaan rekening yang dilakukan dan dia sendiri tidak memiliki hubungan langsung dengan pelaku yang ada di Malaysia. Namun, RJ pernah bekerja di Malaysia dan mengetahui pelaku.

Hingga saat ini korban investasi Bodong Share Results tercatat ada 385 peserta. Sebanyak 346 peserta berada di Provinsi jambi dan selebihnya berada di luar Provinsi Jambi dengan kerugian dari seluruh peserta sebanyak Rp2,1 miliar.

Investasi bodong SR itu sukses memperdaya korban dari berbagai kalangan, mulai dari dosen, guru hingga tingkat Ketua RT. Setelah menerima banyaknya korban, Ditreskrimsus Polda Jambi beberapa waktu lalu sempat mendirikan Posko Pengaduan Korban Share Result untuk mengungkap kasus ini.

Setelah mengumpulkan sejumlah keterangan dari korban, Dirreskrimsus Polda Jambi langsung melakukan penelusuran, termasuk berkordinasi dengan pihak  Kemenkumham, yang difasilitasi oleh Divkum Intel Mabes Polri.

Selain itu, pihaknya juga telah bekerja sama dengan Mutual Legal Assistance, dengan pemerintah Malaysia, hingga dengan pihak interpol, karena bos besar investasi bodong ini diduga warga negara Malaysia. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top