Desa Kelagian Kembali Salurkan BLT Terkait Dampak Pandemi Covid-19 Tahun Ini

Kepala Desa Kelagian, Paidillah, meminta kepada warga penerima BLT di desanya untuk dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya.



TANJAB BARAT, IPHEDIA.com - Tak kurang dari 71 warga kurang mampu terdampak Covid-19 Desa Kelagian, Kecamatan Tebingtinggi, Kabupaten Tanjungjabung Barat, Provinsi Jambi, menerima bantuan langsung tunai (BLT) tahap pertama di awal tahun ini, bertempat di Balai pertemuan Kantor kepala Desa Kelagian, Senin.
  
Adapun besaran BLT yang diterima masing-masing warga sebesar Rp300 ribu. Hal ini dilakukan bertujuan untuk memberikan bantuan secara ekonomi kepada warga Desa Kelagian yang masih terdampak ekonomi karena Covid-19 yang hingga kini masih menghantui perekonomian Indonesia pada umumnya. 

Ketua RT 16, Sukarno, mewakili warga penerima BLT mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan tersebut. "Paling tidak bantuan ini juga harus kita syukuri di tengah perekonomian negara saat ini namun masih memikirkan kita yang ada di desa dan ekonomi warga desa karena Covid-19," jelasnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Kelagian, Paidillah, meminta kepada warga penerima BLT di desanya untuk dapat memanfaatkan bantuan dengan sebaik-baiknya. "Ini merupakan bukti perhatian pemerintah pusat maupun daerah dan Desa kelagian terhadap warga yang terdampak Covid-19," ungkap kepala desa dua periode tersebut.    

Diketahui, Desa Kelagian dapat dikatakan merupakan desa yang telah meningkat dari segi pembangunan dan infrastruktur jalan seiring dengan bergulirnya dana desa selama ini,  sehingga ekonomi warga sedikit demi sedikit bangkit untuk menuju desa sejahtera. (Ari/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top