-->

Densus 88 Tangkap Dua Terduga Teroris Jaringan JAD di Jawa Timur

“Selain di Tulungagung, Densus 88 yang dibantu jajaran Polda Jatim juga menangkap terduga teroris di Nganjuk,” tegas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko

SURABAYA, IPHEDIA.com - Pemburuan terhadap teroris terus dilanjutkan. Kali ini, Densus 88 Mabes Polri yang di back up Polda Jatim menangkap dua terduga teroris. Keduanya ditangkap di lokasi yang berbeda, yakni Tulungagung dan Nganjuk.

Terduga teroris yang ditangkap di Tulungagung, inisial NMR, yang ditangkap sekira pukul 14.30 WIB. Selain menangkap terduga teroris, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua pucuk senjata api rakitan. 

“Selain di Tulungagung, Densus 88 yang dibantu jajaran Polda Jatim juga menangkap terduga teroris di Nganjuk,” tegas Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko, Rabu.

Identitas terduga teroris yang ditangkap di Nganjuk adalah LAM. Dari tangannya diamankan barang bukti satu buah buku fiqih jihad.

Kedua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 merupakan jaringan kelompok radikal JAD (Jamaah Ansharut Daulah), motifnya untuk melakukan amalia (pengeboman) dan saat ini masih dilakukan pengembangan oleh jajaran Densus 88 dan Polda Jatim. 

“Kedua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 merupakan jaringan JAD,” jelas Kabid Humas Kombes Pol Gatot.

Dikatakan, penangkapan ini adalah wujud kehadiran negara di tengah-tengah masyarakat, diharapkan masyarakat Jawa Timur tetap tenang dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa serta bersama-sama menjaga kantibmas, mulai dari tingkat RT/ RW.

Dari penangkapan dua terduga teroris yang ditangkap pada hari Selasa 30 Maret 2021 kemarin, dengan 22 terduga teroris yang ditangkap sebelumnya ini berbeda. “Kedua terduga teroris yang ditangkap, diduga akan melakukan amalia di Jatim,” ucapnya.

Sedangkan, dua terduga teroris yang ditangkap Densus 88 pada Selasa kemarin, mereka berkaitan dengan pelaku bom bunuh diri yang terjadi di Gereja Katedral di Makassar. (Sugeng/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top