Babel Masuk Lima Besar Kasus Terendah Covid-19 di Indonesia

Ketua Satgas Covid-19 Pusat, Letjen TNI Doni Monardo, mengapresiasi Satgas Babel yang berhasil menekan kasus Covid-19, mengurangi angka kematian, serta meningkatkan kedisiplinan dalam pelaksanaan protokol kesehatan. 



PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Kerja keras Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, dalam menanggulangi Covid-19 mulai membuahkan hasil. 

Hal ini dibuktikan dengan data yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan RI bahwa Babel termasuk dalam lima besar Provinsi dengan persentase kumulatif terendah Covid-19 di Indonesia periode Februari 2021.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan RI per hari ini terdapat 690 kasus aktif atau 8,36 persen. Angka ini jauh dibawah rata-rata angka kasus dunia maupun nasional. 

Di samping itu, angka kesembuhan pasien terkonfirmasi diatas 90 persen, dan angka kematian adalah 1,64 persen yang juga di bawah rata-rata kematian dunia dan nasional terkait Covid-19. 

Atas capaian itu, Ketua Satgas Covid-19 Pusat, Letjen TNI Doni Monardo, mengapresiasi Satgas Babel yang berhasil menekan kasus Covid-19, mengurangi angka kematian, serta meningkatkan kedisiplinan dalam pelaksanaan protokol kesehatan. 

"Semoga ini dapat terus dipertahankan. Apresiasi ini jangan lantas membuat kendor kinerja satgasnya," ujarnya dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, di Ruang Pasir Padi Kantor Gubernur Babel, Kamis.

Dirinya menjelaskan, rumus zero Covid-19 adalah 3M + 3 T + V (vaksin) + disiplin, kompak dan konsisten. Jika ini bisa dilakukan, walau kasus masih ada tetapi masih berpeluang terbebas dari penularan dengan penerapan rumusan ini. 

Lebih lanjut dikatakannya, jika Babel tetap bertahan pada persentase penularan yang kecil, tetapi daerah lain mengalami peningkatan kasus. Tidak menutup kemungkinan Babel bisa membantu Provinsi lain. 

Oleh karena itu, Ketua Satgas Pusat ini menganjurkan kepada Gubernur Erzaldi untuk memberi kesempatan untuk para dokter di Babel untuk berkonsolidasi, dalam artian diberi kesempatan untuk berisitirahat. Sehingga tenaga dokter bisa tetap terjaga kestabilan kesehatannya, termasuk juga mereka mereka yang tergabung dalam Tenaga Kesehatan (Nakes). 

Sebagai masukan, Letjen TNI Doni Monardo tetap mengingatkan bahwa Covid-19 tidak dapat diprediksi hingga kapan berakhirnya, ketika kasus ini berkurang saat ini pun. 

"Jangankan satu hari atau satu jam, satu detik saja penularan Covid-19 dapat terjadi," uangkapnya mengingatkan. 

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Erzaldi Rosman mengatakan kunjungan ketiga Ketua Satgas Covid-19 Pusat ke Babel ini diharapkan dapat memberikan arahan-arahan kepada Satgas Babel berkenaan dengan penanganan Covid-19 di Babel. 

"Agar konsistensi penanganan kasus di Babel dapat searah dan sejalan dengan Satgas Pusat. Semoga ini dapat memberikan manfaat untuk ditindaklanjuti ke depan sesuai dengan yang diinginkan dan disampaikan," ungkap Bang ER, sapaan akrabnya. 

Dalam kunjungan ke Babel kali ini, Letjen TNI Doni Monardo ini turut mengajak para anggota bidang dalam Satgasnya untuk menyampaikan perkembangan kasus nasional, khususnya di Babel disamping memberikan masukan dalam penanganan Covid-19. 

Di kesempatan ini hadir, di antaranya Perwakilan Kementerian Olahraga, Perwakilan BPKP, Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Perwakilan Mabes TNI/Polri, Perwakilan Kementrian Kesehatan, Perwakilan Kementerian PUPR, Perwakilan KKP, Perwakilan Esselon 1 dan 2 BNPB serta para dokter yang tergabung dalam Satgas Covid-19 Pusat. (ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top