Arab Saudi Tawarkan Gencatan Senjata Kepada Pemberontak Yaman

Gencatan senjata Saudi yang dideklarasikan secara sepihak runtuh tahun lalu. Pertempuran berkecamuk di sekitar kota penting Marib dan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara baru-baru ini pada Minggu yang menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa.

Foto: AP

DUBAI, IPHEDIA.com - Arab Saudi pada Senin waktu setempat menawarkan rencana gencatan senjata kepada pemberontak Houthi Yaman yang mencakup pembukaan kembali bandara utama negara mereka.

Hal tersebut sebagai upaya terbaru kerajaan untuk menghentikan pertempuran bertahun-tahun dalam perang yang telah memicu krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

Langkah itu dilakukan setelah pemberontak meningkatkan kampanye serangan pesawat tak berawak dan rudal di situs minyak kerajaan, yang sempat mengguncang harga energi global di tengah pandemi virus corona. 

Itu juga terjadi ketika Riyadh mencoba merehabilitasi citranya dengan AS di bawah Presiden Joe Biden. Arab Saudi telah menuai kecaman internasional atas serangan udara yang membunuh warga sipil dan embargo yang memperburuk kelaparan di negara yang berada di ambang kelaparan itu.

Gencatan senjata Saudi yang dideklarasikan secara sepihak runtuh tahun lalu. Pertempuran berkecamuk di sekitar kota penting Marib dan koalisi pimpinan Saudi melancarkan serangan udara baru-baru ini pada Minggu yang menargetkan ibu kota Yaman, Sanaa. 

Sebuah misi PBB mengatakan serangan udara lain yang dicurigai menghantam sebuah perusahaan produksi makanan di kota pelabuhan Hodeida.

"Kami ingin senjata itu benar-benar sunyi," kata Menteri Luar Negeri Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan, kepada wartawan pada konferensi pers yang disiarkan televisi di Riyadh.

“Terserah Houthi sekarang. Kami siap hari ini. Kami berharap kami dapat segera melakukan gencatan senjata, tetapi tanggung jawab ada di Houthi," tambahnya.

Seorang pejabat senior Houthi, berbicara kepada The Associated Press (AP) dengan syarat anonimitas sejalan dengan peraturan, mengatakan pemberontak telah mengetahui rencana tersebut dan dalam komunikasi langsung dengan Saudi, serta lawan bicara dari Oman. 

Namun, dia mengatakan bahwa Saudi perlu berbuat lebih banyak untuk melihat gencatan senjata dilaksanakan, sesuatu yang ditegaskan kembali oleh kelompok pemberontak yang didukung Iran.

Arab Saudi menyatakan rencana itu disampaikan kepada Houthi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional pada Senin malam. 

Keduanya harus menerima rencana untuk bergerak maju, dengan garis waktu yang kemungkinan akan ditetapkan oleh Utusan Khusus PBB untuk Yaman, Martin Griffiths. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top