Waduh! Pria Ini Simpan Jenazah Ibunya di Rumah Selama 30 Tahun, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pria itu dilaporkan memberi tahu penyelidik bahwa dia tinggal bersama ibunya yang sudah meninggal begitu lama karena cintanya yang dalam padanya.

Foto: Wikidata

SEOUL, IPHEDIA.com - Seorang putra yang mengaku berbakti kepada orang tua sedang dalam penyelidikan polisi karena diduga menyimpan jenazah ibunya di rumahnya selama sekitar tiga dekade setelah kematiannya, kata pejabat polisi, Sabtu.

Putranya, seorang berusia delapan tahun saat itu yang tinggal di bangsal Seoul timur Dongdaemun, telah mengaku menyimpan apa yang dia klaim sebagai mayat ibunya, yang meninggal sekitar 30 tahun yang lalu, di dalam tong karet di atap unit rumah multipleks, menurut Kantor Polisi Dongdaemun, Seoul, Korea Selatan.

Pria itu dilaporkan memberi tahu penyelidik bahwa dia tinggal bersama ibunya yang sudah meninggal begitu lama karena cintanya yang dalam padanya.

Investigasi polisi dimulai pada 10 Februari, ketika mayat yang diyakini telah lama terbengkalai ditemukan oleh karyawan perusahaan pembersih di dalam tong karet di atas gedung tiga lantai. Tubuhnya terbungkus kain putih, dilaporkan berubah menjadi adipocere, zat organik seperti lilin.

Penyelidik yakin pernyataan pria itu mendekati kebenaran, tetapi telah meminta Layanan Forensik Nasional untuk melakukan tes DNA untuk mengonfirmasi hubungan orang tua-anak mereka.

Polisi, melansir Yonhap, dikatakan sedang memeriksa apakah mungkin untuk menerapkan pengabaian dakwaan terhadap kasus tersebut, meskipun undang-undang pembatasan tujuh tahun telah kedaluwarsa.

Unit rumah multipleks tersebut kabarnya dimiliki oleh keluarga pria tersebut. Pria itu saat ini tinggal di panti jompo karena demensia, menurut keluarganya. 

Keluarga tersebut mengatakan bahwa mereka berencana untuk mengadakan pemakaman ibu pria tersebut segera setelah penyelidikan selesai. (yhp)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top