-->

Tiga Pelaku dan Satu Penadah Burung Curian Dibekuk Polsek Terbanggibesar

Peristiwa pencurian burung itu terjadi pada Rabu, 27 Januari 2021 sekira pukul 03.30 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, ketiga pelaku mendatangi rumah korban. 




TERBANGGIBESAR, IPHEDIA.com - Tiga pelaku pencuri burung dan satu penadahnya dibekuk Polsek Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung.

Pelakunya masing-masing berinisial TH alias Taufik (27) dan AP alias Aji (24) warga Kampung Bandarjaya Timur, sementara AL alias Andi (44) warga Kampung Indraputra Subing.

"Sebagai penadah, FBS alias Pepeng (30) warga Kelurahan Bandarjaya Timur, Terbanggibesar, turut diamankan pada Kamis, 11 Februari 2021 sekira jam 08.30 WIB," kata Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Drs Sutana Yusuf, M.Kom.I., mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Sabtu.

Menurut H Sutana, penangkapan terhadap pelaku ini berdasarkan laporan korban Apri Maryon (44) warga Dusun Anoman I Kampung Poncowati, Kecamatan Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah.

Peristiwa pencurian burung itu terjadi pada Rabu, 27 Januari 2021 sekira pukul 03.30 WIB. Dengan mengendarai sepeda motor Honda Beat, ketiga pelaku mendatangi rumah korban.

Dalam melancarkan aksinya mereka berbagi tugas. Pelaku Aji menunggu di atas sepeda motor di depan rumah korban, Andi memantau di luar pagar, sedangkan Taufik masuk ke dalam halaman belakang rumah dengan memanjat pagar menggunakan tangga kayu yang ada di sekitar lokasi.

Di halaman belakang rumah korban itu, pelaku Taufik mengambil 7 ekor burung murai yang ada di kandang penangkaran. Kemudian, burung tersebut dijual kepada Pepeng (penadah) seharga Rp3,5 juta. Dari hasil penjualan dibagi rata.

Berdasarkan laporan korban dan penyelidikan, anggota Polsek Terbanggibesar menangkap ketiga pelaku dan satu penadah, berikut mengamankan barang bukti 3 ekor burung murai batu dewasa dan 1 ekor burung murai batu anakan yang belum sempat laku terjual, serta 1 buah tangga kayu yang digunakan saat pelaku menjalankan aksinya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya ketiga pelaku dijerat Pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, sedangkan penadahnya dijerat Pasal 480 KUHPIdana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top