Suriah Kutuk Serangan Udara AS Terhadap Milisi yang Didukung Iran

"Suriah mengutuk keras serangan pengecut AS di daerah-daerah di Deir al-Zor dekat perbatasan Suriah-Irak," kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan.



BEIRUT, IPHEDIA.com - Suriah mengatakan serangan udara AS terhadap milisi yang didukung Iran di timur negara itu pada Jumat waktu setempat adalah tindakan pengecut dan mendesak Presiden Joe Biden untuk tidak mengikuti "hukum hutan".

Seorang pejabat milisi Irak yang dekat dengan Iran mengatakan serangan itu menewaskan satu pejuang dan melukai empat lainnya. Para pejabat AS mengatakan mereka memiliki ruang terbatas untuk menunjukkan pemerintahan Biden akan bertindak tegas sambil mencoba menghindari eskalasi regional yang besar.

Washington dan Teheran mencari pengaruh maksimum dalam upaya untuk menyelamatkan kesepakatan nuklir Iran yang dicapai dengan kekuatan dunia pada 2015 tetapi ditinggalkan pada 2018 oleh Presiden Donald Trump, setelah itu ketegangan regional melonjak dan ketakutan akan konflik skala penuh tumbuh.

"Suriah mengutuk keras serangan pengecut AS di daerah-daerah di Deir al-Zor dekat perbatasan Suriah-Irak," kata Kementerian Luar Negeri Suriah dalam sebuah pernyataan, melansir Reuters, Sabtu.

"Itu (pemerintahan Biden) seharusnya berpegang pada legitimasi internasional, bukan pada hukum rimba seperti (yang dilakukan) pemerintahan sebelumnya."

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Saeed Khatibzadeh, mengutuk serangan AS, menyebutnya agresi ilegal dan pelanggaran hak asasi manusia dan hukum internasional.

“Anda tidak dapat bertindak dengan impunitas. Hati-hati," kata Biden kepada wartawan di Texas ketika ditanya pesan apa yang dia kirim ke Iran dengan serangan itu.

Serangan udara, Jumat pagi waktu setempat, menargetkan situs-situs milisi di sisi Suriah di perbatasan Irak-Suriah, di mana kelompok-kelompok yang didukung oleh Iran mengendalikan penyeberangan penting untuk senjata, personel, dan barang.

Para pejabat Barat dan beberapa pejabat Irak menuduh kelompok-kelompok yang didukung Iran terlibat dalam serangan roket mematikan di situs dan personel AS di Irak selama sebulan terakhir.

Rusia, sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad, juga mengkritik serangan AS dan menyerukan "penghormatan tanpa syarat terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Suriah." (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top