Sriwijaya Science Techno Park Diharapkan Jadi Pusat Penelitian, Riset dan Agrowisata Edukatif di Sumsel

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Balitbangda Provinsi Sumsel. Sriwijaya Science Techno Park dibangun sebagai pancingan bagi peneliti, periset untuk mengembangkan potensi bidang perkebunan dan peternakan," ujar HD.



INDRALAYA UTARA, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru (HD), berharap Sriwijaya Science Techno Park menjadi pusat penelitian, riset dan agrowisata edukasi di Sumsel.  

Harapan itu disampaikan Gubernur Herman Deru saat meresmikan Sriwijaya Science Techno Park di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir (OI), Provinsi Sumatera Selatan, Sabtu.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan Balitbangda Provinsi Sumsel. Sriwijaya Science Techno Park dibangun sebagai pancingan bagi peneliti, periset untuk mengembangkan potensi bidang perkebunan dan peternakan," ujar HD.

Untuk itulah, kata dia, Sriwijaya Science Techno Park dihadirkan sebagai epicentrum semangat para pemuda untuk meneliti, meriset yang dapat menghasilkan inovasi baru di dunia perkebunan dan peternakan.

"Untuk menarik minat para pemuda dan masyarakat, di sini juga dapat dibangun sebagai tempat agrowisata edukatif," katanya.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan pembangunan jalan di Desa Bakung serta bantuan pembangunan fasilitasi di Sriwijaya Science Techno Park. Dirinya berharap bantuan Gubernur yang telah berjalan di tahun lalu akan terus berlanjut.

Sementara itu, Kepala Balitbangda Sumsel, Ekowati Retnaningsih menjelaskan, Sriwijaya Sciene Techno Park dengan lahan seluas 100 hektar memiliki area untuk tanaman kering, peternakan sapi, ayam dan fasilitas gedung untuk berbagai pelatihan.

Di kesempatan ini dilaksanakan juga penyerahan bantuan 10 ekor sapi jenis Brahma dari BPTUPT ke Gubernur Sumsel untuk diserahkan ke Sriwijaya Science Techno Park. 

Sebelum panen bawang merah bersama, Gubernur Herman Deru juga memberikan bantuan kepada kelompok tani, berupa alat pertanian. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top