Sopir Ditodong Saat Perbaiki Mobil Mogok, Satu Pelaku Ditangkap Polsek Terbanggibesar

"Pelaku berinisial MH alias Deni (37) warga Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah itu, ditangkap di kampung kelahirannya di Labuhanmaringgai, Kabupaten Lampung Timur," kata Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Drs Sutana Yusuf, M.Kom.I.




TERBANGGIBESAR, IPHEDIA.com - Jajaran Polsek Terbanggibesar, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, menangkap satu dari dua pelaku penodongan sopir yang sedang memperbaiki kendaraannya yang mogok.  

"Pelaku berinisial MH alias Deni (37) warga Kampung Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Lampung Tengah itu, ditangkap di kampung kelahirannya di Labuhanmaringgai, Kabupaten Lampung Timur," kata Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Drs Sutana Yusuf, M.Kom.I., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Kamis.

Korban penodongan, Fikriansyah (28) seorang sopir warga Serma Somad Kelurahan Basemah Serasan, Kecamatan Pagaralam Selatan, Kabupaten Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). 


Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 27 Januari 2021 sekira pukul 18.30 WIB, di Jalinsum pertigaan simpang Terbanggibesar, Kecamatan Terbanggibesar, Lamteng.

Bermula saat korban sedang memperbaiki kendaraannya karena rusak. Tiba-tiba datang dua orang pelaku yang mengendarai sepeda motor. 


Salah seorang pelaku langsung mengeluarkan senjata tajam menodong korban. Pelaku meminta uang Rp15 ribu dan HP merk Vivo Y91c milik korbannya.

"Sebenernya korban sempat menolak namun pelaku mengancam akan membunuhnya," ungkap Sutana, menurut pengakuan korban.

Tidak menunggu lama, usai korban melapor ke Polsek Terbanggibesar, Panit Reskrim dan anggotanya langsung melakukan penyelidikan. Pelaku ditangkap di Pasar Kuala Labuhanmaringgai, Kabupaten Lampung Timur.

Selain menangkap pelaku, jajaran Polsek Terbanggibesar itu juga mengamankan barang bukti, berupa 1 bilah senjata tajam jenis badik yang digunakan untuk menodong korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku MH alias Deni dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. "Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas," pungkas Sutana. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top