Simpan Sabu dan Ekstasi, Petugas Lapas Gunungsugih Amankan Napi Asal Aceh

Kalapas Kelas II B Gunungsugih, Denial Arif, didampingi Kasat Reskrim Narkoba Polres Lamteng, AKP Hendra Gunawan mengatakan, pelaku yang juga warga binaan ini mendadak gagu saat petugas lapas menggelar salam permasyarakatan setiap pagi di blok lapas tempat napi itu dibina.



GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - FZ (48) seorang narapidana narkoba asal Aceh yang menjalani hukum 9 tahun penjara, menjelang bebas bersyarat di salah satu blok Lapas Kelas II B Gunungsugih, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu dan ekstasi, Senin. 

Diketahui, pelaku FZ yang baru sebulan menempati Lapas Kelas II B Gunungsugih, pindahan dari Lapas Narkotika Way Hui, Jatiagung, Kabupaten Lampung Selatan ini, menjalani hukuman 9 tahun penjara dan telah jalan 6 tahun menjelang bebas bersyarat.

Kalapas Kelas II B Gunungsugih, Denial Arif, didampingi Kasat Reskrim Narkoba Polres Lamteng, AKP Hendra Gunawan mengatakan, pelaku yang juga warga binaan ini mendadak gagu saat petugas lapas menggelar salam permasyarakatan setiap pagi di blok lapas tempat napi itu dibina.

“Petugas melakukan pemeriksaan terhadap tersangka dan melakukan penggeledahan. Setelah dilakukan penggeledahan, petugas menemukan narkoab jenis ekstasi 50 butir dan satu kantong plastik bening yang diduga berisi sabu,” kata Denial Arif.

Dari hasil pengembangan terhadap FZ, mengaku jika barang tersebut didapatkan dari calon istrinya yang kebetulan dari Medan hendak ke Jakarta. Calon istrinya itu memasukan barang haram tersebut ke dalam makanan ringan lalu dititipkan ke petugas lapas.

Menanggapi ditemukannya seorang warga binaan menyimpan narkoba jenis sabu dan ekstasi ini, Kasat Reserse Narkoba, AKP Hendra Gunawan, mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, akan melakukan pengembangan penyelidikan terhadap tersangka FZ. “Kami akan melakukan pengembangan lebih lanjut,” ujarnya.

Keberhasilan petugas lapas mengungkap temuan narkoba tersebut, Kepala Divisi Administrasi Kantor Wilayah Kemenkumham Lampung, Ida Asep mengatakan, semuanya harus diungkap karena saat ini semuanya terbuka. “Harus kita ungkap semua. Untuk itu, mohon bantuannya,” tegasnya. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top