Sebanyak 5 Mantan Napi Teroris Terima Bantuan dari Pemkot Bengkulu

“Saudaraku semua jangan pernah merasa dikucilkan. Jangan pernah merasa tidak menjadi bagian dari bangsa ini. Marilah kita sama-sama menata masa depan yang lebih baik. Jangan pernah merasa asing dan jangan pernah merasa tidak diperhatikan,” ujar Dedy Wahyudi.




BENGKULU, IPHEDIA.com - Sebanyak 5 orang eks napi teroris (napiter) warga Kota Bengkulu menerima bantuan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Baznas Kota Bengkulu, Senin siang.

Kelima eks napi teroris warga Kota Bengkulu yang dapat bantuan itu, masing-masing Syukri Yaldi, Indra, Almedi Yones, Wildan Edi dan Amin Mode.

Bantuan tersebut diserahkan di Masjid At Taqwa usai salat Dzuhur dihadiri oleh Wakil Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi, Kepala Kesbangpol Riduan dan Kepala BazNas Habib Alkaf.

Masing-masing napiter menerima bantuan, berupa uang tunai dan gerobak untuk usaha karena masing-masing eks napiter tersebut saat ini usaha dagang, ada dagang bubur ayam, dagang makanan, dagang pakaian, usaha sol sepatu dan lainnya.

Wildan Edi mewakili eks napiter lainnya menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih atas bantuan yang diterima dari Pemerintah Kota Bengkulu melalui Baznas.

“Alhamdulillah, inilah bentuk kepedulian yang kami rasakan dari Pemkot Bengkulu dan solusi untuk kami kembali ke masyarakat. Kami sangat bersyukur," katanya.

Menurut Wildan, apa yang telah terjadi merupakan masa lalu. "Dengan adanya persoalan-persoalan masa lalu kami, kami ingin jadi masyarakat yang baik. Yang lalu biarlah berlalu jadi suatu pelajaran yang baik bagi kami,” tutur Wildan.

Wakil Wali Kota Bengkulu, Dedy Wahyudi, sebelum memberikan bantuan secara simbolis sempat ngobrol-ngobrol dengan eks napiter yang sudah dianggapnya sebagai saudara dan keluarga sendiri.

“Saudaraku semua jangan pernah merasa dikucilkan. Jangan pernah merasa tidak menjadi bagian dari bangsa ini. Marilah kita sama-sama menata masa depan yang lebih baik. Jangan pernah merasa asing dan jangan pernah merasa tidak diperhatikan,” ujar Dedy Wahyudi. (man/ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top