Satgas Gakkumdu Polda Jambi Kembali Tutup Puluhan Sumur Minyak Ilegal

Kedua lokasi pengeboran sumur minyak ilegal yang ditutup itu, yakni di Km 51 Dusun Kunangan Jaya, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, dan Desa Jati Baru, Kecamatan Mandiangin, perbatasan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.




JAMBI, IPHEDIA.com - Satuan Tugas Penegakan Hukum Terpadu (Satgas Gakkumdu) Polda Jambi kembali melakukan penertiban dan menutup aktivitas pengeboran sumur minyak ilegal (illegal drilling), kali ini di dua lokasi berbeda.

"Penertiban dilakukan selama dua hari di dua lokasi," kata Direktur Kriminal Khusus (Dirlrimsus) Kombes Pol Sigit Dany, mewakili Kapolda Jambi, Irjen Pol A Rachmad Wibowo, Sabtu.

Kedua lokasi pengeboran sumur minyak ilegal yang ditutup itu, yakni di Km 51 Dusun Kunangan Jaya, Desa Bungku, Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, dan Desa Jati Baru, Kecamatan Mandiangin, perbatasan Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Dalam penertiban kegiatan Illegal drilling ini, selain pejabat utama Polda Jambi, juga diturunkan kekuatan sebanyak 120 personel gabungan polda, Polres Batanghari dan Polres Sarolangun, Denpom TNI, Dinas Lingkungan Hidup serta dari pihak perusahaan PT AAS serta Dinas Kehutanan.

Dansat Brimob Polda Jambi, Kombes Pol Nadi Chaidir, yang ikut dalam Tim Satgas Gakkumdu Illegal Drilling mengatakan, selain menutup kegiatan illegal drilling, juga dilakukan perusakan alat-alat yang digunakan untuk aktivitas illegal drilling.

Dia menyebut, tindakan pengrusakan, seperti bak seller penampungan dan segala sarana dan fasilitas dengan menggunakan tiga unit alat berat ini, agar tidak dapat digunakan kembali oleh sumur-sumur minyak ilegal yang ada.

Tim Satgas Gakkumdu Illegal Drilling melakukan pemotongan pipa besi yang digunakan untuk menyalurkan minyak hasil Illegal driling dari titik Simpang Daud menuju Desa Kunangan Jaya 2 Batanghari.

Dalam operasi penertiban ini, tim menutup 62 sumur, 20 bak seller/penampungan minyak Ilegal, 18 tedmon tempat minyak, 57 batang pipa-pipa besi yang digunakan sebagai tiang pada sumur, dan 62 rol tali/seling dengan cara ditimbun dan dirobohkan. (hk/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top