Sambut HPN, Ini Kata Ketua PWI Lampung Tengah

Ketua PWI Kabupaten Lampung Tengah, Ganda Hariyadi mengatakan, meski peringatan HPN tahun ini secara daring, namun hal itu tidak akan mengurangi semangat perjuangan para jurnalis dalam memperjuangkan kebenaran melalui karya tulisnya.


Ketua PWI Kabupaten Lampung Tengah, Ganda Hariyadi


GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung, secara internal melakukan rapat terbatas terkait menjelang peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 9 Februari mendatang di Jakarta secara virtual. Puncak peringatan HPN tahun ini dipusatkan di Ancol, Jakarta, dan dijadwalkan dihadiri Presiden RI, Joko Widodo.

Ketua PWI Kabupaten Lampung Tengah, Ganda Hariyadi mengatakan, meski peringatan HPN tahun ini secara daring, namun hal itu tidak akan mengurangi semangat perjuangan para jurnalis dalam memperjuangkan kebenaran melalui karya tulisnya.

"Puncak HPN tahun ini akan dilaksanakan secara virtual, karena negeri sedang dilanda wabah Covid-19. Meskipun secara virtual pelaksanaannya tidak akan mengurangi semangat kita untuk melaksanakan tugas sebagai jurnalis dalam menyebarkan informasi secara benar pada khalayak umum," kata Ganda Hariyadi, Rabu.

Rapat terbatas yang dilaksanakan di Graha PWI Lampung Tengah, Rabu, 4 Februari 2021 ini, antara lain dihadiri Sekretaris Roy M Parleoli, Bendahara Gunawan Syah dan pengurus lainnya tersebut, membedah kesiapan atas penyerahan penghargaan Tjindar Boemi dari PWI Lampung kepada Loekman Djoyosoemarto selaku Bupati Lampung Tengah.

"Bupati Lampung Tengah akan menerima penghargaan Tjindar Boemi dengan kategori 'Pemerintahan' sebagai Penggerak Pembangunan Bersama Rakyat, diserahkan diruang Comand Centre Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Tengah, 9 Februari 2021 mendatang," jelas Ketua PWI Lamteng ini.

Ganda Hariyadi merinci sejarah lahirnya organisasi profesi wartawan pertama ini, tepat pada tanggal 9 Februari 1946 di Surakarta, Jawa Tengah, sehingga tanggal tersebut dijadikan sebagai Hari Pers Nasional. Tentunya dalam kondisi serta situasi apapun, insan pers yang tergabung di wadah PWI harus memperingatinya secara nasional.

"Atas lahirnya organisasi PWI ini, wartawan Indonesia harus menjadikan dirinya menjadi tangguh, dibuktikan ketika tampil sebagai ujung tombak perjuangan Indonesia dalam menentang kembalinya kolonialisme dan negara lain yang ingin menjajah kembali negeri ini saat itu," tegas Ganda. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top