Polsek Terusan Nunyai Amankan Pemilik Sabu dan Senpi Rakitan

Kedua pelaku diamankan di Jalinsum Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, karena memiliki narkotika jenis sabu dan saat dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumahnya ternyata juga memiliki senjata api rakitan laras panjang.



TERUSAN NUNYAI, IPHEDIA.com - ESG alias Edi (44) dan FMH alias Fahrul (19), keduanya warga Jatimulyo, Kecamatan Jatimulyo, Kabupaten Lampung Selatan, ditangkap jajaran Polsek Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, Provinsi Lampung.

Kedua pelaku diamankan di Jalinsum Gunungagung, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah, karena memiliki narkotika jenis sabu dan saat dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumahnya ternyata juga memiliki senjata api rakitan laras panjang.  

"Dua pelaku itu ditangkap Jumat, 20 Februari 2021," kata Kapolsek Terusan Nunyai, Iptu Santoso, S.Pd., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Sabtu.

Penangkapan kedua pelaku berawal dari kecurigaan anggota Polsek Terusan Nunyai terhadap mobil pick up Suzuki Carry yang depannya warna silver di Jalinsum Gunungagung, Terusan Nunyai.

Ketika diberhentikan dan digeledah polisi, salah satu pelaku ada yang membuang sesuatu dari kantong depan bajunya. Ternyata, yang dibuangnya itu 1 bungkus klip kecil diduga berisi narkotika jenis sabu.

Saat digeledah pelaku yang satunya, di dalam mobil juga ditemukan 1 kaca pirek dan 1 korek api gas dalam tas selempang kain warna hitam. Setelah dilakukan Introgasi, pelaku memiliki rumah di Kampung Gunungbatin Ilir, Kecamatan Terusan Nunyai, Kabupaten Lampung Tengah. 

Ketika dilakukan pengeledahan di rumah pelaku didapat 3 pucuk senjata api rakitan laras panjang jenis locok, berikut 9 potongan laras besi serta 2 kayu popor. Semua barang bukti berikut kedua pelakunya diamankan ke Polsek Terusan Nunyai. 

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 112 Ayat (1) dan atau Pasal 127 Ayat (1) Hurup (a) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan hukuman penjara selama 4 sampai 12 Tahun Penjara.

"Terkait temuan senjata api laras panjang jenis locok di rumah pelaku, tentu akan kami sidik dan pelaku kami jerat dengan UU Darurat No 12 tahun 1951 Pasal 1 Ayat (1) dengan ancaman hukuman dua puluh tahun penjara," pungkas Iptu Santoso. (Bi2t/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top