-->

Polres Tanjabtim Tangkap Dua Sindikat Penyelundupan Benih Lobster Senilai Rp6 Miliar

Penangkapan kedua pelaku dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu di Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan Batam, Provinsi Kepri. Keduanya ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan 40.500 benih lobster di Desa Majelis Hidayah.




JAMBI, IPHEDIA.com - Kepolisian Resor (Polres) Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Provinsi Jambi, menangkap dua anggota sindikat penyelundupan sebanyak 40.500 benih lobster senilai Rp6 miliar.

"Mereka berdua ini merupakan anggota sindikat penyelundupan benih lobster antar provinsi yang sudah saling berkomunikasi," kata Kapolres Tanjabtim, AKBP Deden Nurhidayatullah, Sabtu.

Kedua pelaku yang ditangkap tersebut, yakni Amir Hamzah alias Boy, ditangkap di Kota Bogor, Jawa Barat, pada Senin, 1 Februari 2021 pukul 22.00 WIB dan seorang lagi pelaku sebagai penyedia transportasi, Lim Kay Chuan, juga turut diamankan pada Minggu, 24 Januari 2021 lalu.

Penangkapan kedua pelaku dilakukan di dua lokasi berbeda, yaitu di Bogor, Provinsi Jawa Barat, dan Batam, Provinsi Kepri. Keduanya ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari penangkapan 40.500 benih lobster di Desa Majelis Hidayah.

Penangkapan kedua pelaku ini merupakan hasil dari pengembangan ungkap kasus pada Jumat 18 Desember 2020, dimana Polres Tanjabtim menangkap dua pelaku sebagai sopir mobil yang mengangkut 27 boks yang berisi 40.500 benih lobster.

Dari hasil pemeriksaan diketahui jika benih lobster tersebut berasal dari Lampung, hendak dikirimkan ke Singapura, melalui Jambi. Barang bukti yang diamankan polisi, berupa buku tabungan dan kartu ATM berisikan dana hasil transaksi benih lobster tersebut.

Dari setiap 100 ribu benih lobster, Amir Hamzah mendapatkan keuntungan bersih lebih kurang Rp70 juta. Dari tangan Amir Hamzah, polisi mengamankan 2 unit mobil jenis Mercy dan juga mobil Toyota Fortuner. (hk/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top