Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran Lahan di Kumpeh Ilir Muarojambi

Lahan Milik PT SMP itu dipasang garis polisi atau police line dan dibuat papan pemberitahuan bahwa lahan bekas karhula dalam pengawasan kepolisian dan proses penyelidikan.



JAMBI, IPHEDIA.com - Kepolisian Resor (Polres) Muarojambi melakukan penyelidikan kasus kebakaran hutan dan lahan di kawasan izin perkebunan PT Sawit Mas Plantation (SMP) berlokasi di Desa Puding dan Desa Pulau Mentaro, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi.

Kasubag Humas Polres Muarojambi, AKP Amradi, mendampingi Kapolres AKBP Ardiyanto mengatakan, penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab terjadinya karhutla tersebut.

"Tindak lanjut yang kami lakukan memasang garis polisi di seputaran area lahan bekas karhutla, kemudian kami membuat papan pemberitahuan bahwa lahan bekas karhutla ini dalam pengawasan Kepolisian dan proses penyelidikan," kata AKP Amradi, Selasa.

Saat kebakaran lahan, warga dibantu aparat kepolisian melakukan pemadaman api di kawasan lahan gambut tersebut. Kapolres Muarojambi, AKBP Ardiyanto, turun langsung ke lokasi sekaligus memimpin upaya pemadaman yang berakhir pada Senin malam pukul 17.30 WIB sehingga api tidak merembet ke lokasi lainnya.

Kebakaran lahan itu terpantau di CCTV aplikasi "Asap Digital" yang dipantau di Mapolres Muarojambi. Kemudian, petugas langsung ke lapangan untuk membantu pemadaman api.

Karhutla di lahan kawasan perkebunan perusahaan itu terjadi sekitar Senin malam pukul 17.30 WIB. Kondisi lahan adalah gambut dengan kedalaman dua meter yang ditumbuhi tanaman semak belukar jenis pakis dan pepohonan kecil. 

Personil kepolisian bersama aparatur Desa Pulau Mentaro berjibaku melakukan pemadaman api sebelum meluas. Pemadaman awal dilakukan secara manual dengan memutus rembetan api dengan kayu, namun akhirnya juga harus menggunakan air untuk memadamkannya. 

Upaya pemadaman manual dan dibantu peralatan Damkar yang disiagakan di area bekas karhutla itu. Sekira pukul 19.00 WIB api sudah bisa dipadamkan. 

Selanjutnya, lahan Milik PT SMP itu dipasang garis polisi atau police line dan dibuat papan pemberitahuan bahwa lahan bekas karhula dalam pengawasan kepolisian dan proses penyelidikan. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top