-->

Polda Jatim Bongkar Komplotan Penyelundupan Puluhan Kendaraan ke Timor Leste

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot RH, didampingi Wadir Reskrimum dan Kasubdit  Jatamars, AKBP Lintar Mahardhono mengatakan, modus operandi tersangka melakukan pembelian kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4.




SURABAYA, IPHEDIA.com - Jajaran Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur (Jatim) membongkar tindak pidana menjual kendaraan roda dua dan empat hasil kejahatan ke luar negeri.

Kendaraan ini tanpa dokumen yang lengkap dan dijual atau diekspor ke Timor Leste tanpa disertai dokumen yang lengkap pula sebagaimana dimaksud dalam Pasal 481 KUHP Sub Pasal 480 KUHP Jo 55 KUHP.

Aksi ini terjadi pada tahun 2017 hingga awal tahun 2021. Sedang Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pergudangan Jl. Greges No. 61 Margomulyo Surabaya. Kasus itu melibatkan beberapa orang tersangka.

Tersangka berinisial DI (40) warga Surabaya berperan sebagai pengepul kendaraan hasil kejahatan dan tersangka AP (35) asal Sidoarjo berperan sebagai joki kendaraan dan pencari unit kendaraan.

Kemudian, tersangka SH (36) asal Jombang berperan sebagai  joki kendaraan hasil kejahatan, tersangka PA (43) warga Surabaya berperan pembuat dokumen ekspor barang dan tersangka M (45) warga Surabaya bertindak sebagai pengeul kendaraan hasil kejahatan.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Gatot RH, didampingi Wadir Reskrimum dan Kasubdit  Jatamars, AKBP Lintar Mahardhono mengatakan, modus operandi tersangka melakukan pembelian kendaraan bermotor, baik roda 2 maupun roda 4.

Kendaraan R2 dan R4 yang dibeli tersebut tidak dilengkapi dengan surat atau dokumen diduga kendaraan leasing, berupa BPKB dan hanya STNK berdasarkan pesanan dari seorang warga Timor Leste.

Selanjutnya, kendaraan tersebut diekspor/dijual ke Timor Leste dengan menggunakan ekspedisi kontainer melalui Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dengan tujuan Dili, Timor Leste.

"Setelah tiba di sana kendaraan itu dibuatkan dokumen yang baru dan kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak tahun 2017. Keuntungan dalam satu bulan sekitar lebih dari 50 juta rupiah," ujarnya, Rabu.

Kronologis kejadian, pada tahun 2017 sampai dengan awal 2021, tersangka DI dikenalkan seseorang kepada orang warga Timor Leste bernama JK Guteres dan Azito (pendana), membicarakan terkait kendaraan R2 maupun R4 dokumen STNK (yang diduga hasil kejahatan) bisa dikirim ke Timor Leste.

Tersangka DI menghubungi temannya, antara lain tersangka AP, SH dan R (dalam lidik) untuk mencarikan kendaraan R2 dan R4 dan selanjutnya barang dapat dikirim dalam satu bulan 25 kontainer.

Untuk memenuhi dokumen ekspor, tersangka M menghubungi tersangka PA untuk menyiapkan dokumen (invoice dan packing list) container beserta isi R2 dan R4.

Dengan menggunakan bendera PT, L dibuatkan PEB (pemberitahuan ekspor barang) dan dikirim secara online ke BC. Kemudian, BC mengeluarkan dokumen NPE (nota pemberitahuan ekspor barang) dan dikirim ke PT.

Lalu, dari L dikirim kembali ke tersangka PA dan dikirim ke tersangka M yang menyediakan container dan kapal pengangkut menggunakan PT RKN sejak tahun 2019 dan pada 2020 menggunakan PT KPP.

Biaya pembuatan dokumen pengiriman per kontainer sebesar Rp5 juta-Rp12 juta dan selanjutnya ditangkap oleh personil Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim pada 19 Januari 2021.

Barang bukti diamankan sebanyak 76 unit R2 berbagai macam merk, 7 unit R4 jenis pickup merk Suzuki Carry dan Daihatsu Grandmax, 3 unit dump truck merk Mitsubishi Colt Diesel, 5 buah handphone, 2 buah laptop dan 25 container.

Akibat perbuatanya komplotan penjahat itu dijerat Pasal 481 KUHP Sub Pasal 480 KUHP Jo 55 KUHP dengan ancaman hukuman penjara paling lama 7 tahun. (Sugeng/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top