-->

Petani Nyabu Ditangkap Satresnarkoba Polres Tulangbawang di Warung Pecel

"Selasa sore petugas kami menangkap seorang petani yang menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH., mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Andy Siswantoro, S.Ik.




GEDUNGMENENG, IPHEDIA.com - Seorang pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu berinisial SA (35) warga Kampung Gunung Tapa Induk, Kecamatan Gedung Meneng, Kabupaten Tulangbawang (Tuba), Provinsi Lampung, ditangkap petugas dari Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tulangbawang.

Pelaku yang kesehariannya sebagai petani ini, ditangkap Selasa, 9 Februari 2021 sekira pukul 16.30 WIB di sebuah warung pecel di Dusun Sri Rahayu, Kampung Gedung Bandar Rahayu, Kecamatan Gedungmeneng.

"Selasa sore petugas kami menangkap seorang petani yang menjadi pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH., mewakili Kapolres Tulangbawang, AKBP Andy Siswantoro, S.Ik., Rabu.

Lanjut AKP Anton, dari tangan pelaku petugasnya menyita barang bukti (BB), berupa satu bungkus plastik klip berisi narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,45 gram, 5 bungkus plastik klip kosong, handphone (HP) merk Nokia warna hitam, dompet warna coklat, tabung kaca (pyrex) dan alat hisap sabu (bong).

Keberhasilan petugasnya dalam mengungkap pelaku penyalahgunaan narkotika jenis sabu ini hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Gedungmeneng. Informasi yang didapat bahwa pelaku sedang berada di sebuah warung pecel sehingga petugas menuju ke lokasi.

"Setelah pelaku ditangkap, lalu dibawa petugas kami untuk menunjukkan tempat persinggahannya di sebuah rumah yang ada di Dusun Sri Rahayu. Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersebut disita barang bukti, berupa narkotika jenis sabu berikut alat hisapnya," ungkap AKP Anton.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 114 Ayat 1 UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top