-->

Pendukung dan Penentang Kudeta Myanmar Bentrok

Konfrontasi tersebut menggarisbawahi volatilitas di negara yang sebagian besar dilumpuhkan oleh protes dan kampanye pembangkangan sipil terhadap militer, yang telah diikuti oleh banyak profesional dan pegawai pemerintah.

Foto: Reuters

MYANMAR, IPHEDIA.com - Pendukung dan penentang militer Myanmar bentrok di jalan-jalan Yangon pada Kamis ketika pihak berwenang melarang siswa meninggalkan kampus mereka untuk berdemo, sehari setelah kesibukan pertama diplomasi yang bertujuan untuk menyelesaikan krisis.

Negara itu berada dalam kekacauan sejak tentara merebut kekuasaan pada 1 Februari dan menahan pemimpin pemerintahan sipil Aung San Suu Kyi dan sebagian besar pimpinan partainya setelah militer mengeluhkan penipuan dalam pemilihan November.

Ada sekitar tiga minggu protes dan pemogokan setiap hari dan para mahasiswa berjanji untuk keluar lagi di pusat komersial Yangon pada Kamis.

“Kami para mahasiswa harus meruntuhkan kediktatoran,” kata Kaung Sat Wai (25) di luar kampus universitas utama Yangon.

“Sejak kudeta, hidup kami menjadi tanpa harapan, mimpi kami telah mati,” tegasnya, melansir Reuters.

Tetapi polisi memblokir gerbang kampus, menghentikan ratusan mahasiswa yang keluar untuk berdemo. Pada saat yang sama, sekitar 1.000 pendukung militer berkumpul untuk unjuk rasa di Yangon tengah.

Beberapa dari mereka mengancam fotografer berita, kata pekerja media, dan bentrokan pecah antara demonstran pro dan anti-militer. Seorang fotografer terluka. Kemudian, pendukung militer melemparkan batu dan menembakkan ketapel, kata saksi mata, dan ada laporan penikaman yang belum dikonfirmasi.

Konfrontasi tersebut menggarisbawahi volatilitas di negara yang sebagian besar dilumpuhkan oleh protes dan kampanye pembangkangan sipil terhadap militer, yang telah diikuti oleh banyak profesional dan pegawai pemerintah. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top