Pelaku Penodong Sopir Truk Diringkus Polsek Terbanggibesar

"Dengan adanya peristiwa itu korban melapor ke Polsek Terbanggibesar," kata Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Drs Sutana Yusuf, M.Kom.I., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.




TERBANGGIBESAR, IPHEDIA.com - Berbuat kebaikan ada kalanya dibalas dengan kejahatan. Hal ini dialami Suhardi (69) seorang sopir warga Kelurahan Mulyoasri, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulangbawang Barat, Provinsi Lampung.

Niat hati memberikan tumpangan, korban Suhardi malah ditodong oleh dua orang penumpang mobil yang dikendarainya, Sabtu, 30 Januari 2021 sekira pukul 23 WIB.

Ketika itu, korban mengemudikan mobil bermuatan kayu. Saat melintas di Gunungbatin naiklah dua pelaku dengan maksud menumpang hendak ke Kampung Terbanggibesar. Keduanya duduk di depan bersama korban.

Sesampainya di samping Kantor Koramil Terbanggibesar, kedua pelaku minta turun. Satu pelaku yang duduk dekat pintu membuka pintu turun duluan, sedangkan pelaku yang duduk didekat korban tiba-tiba mengeluarkan pisau dan menodong korban.

Seraya mengancam, pelaku mengambil tas korban yang diletakkan di atas dasbord mobil. Usai melakukan aksinya, kedua pelaku langsung kabur. Korban sempat berusaha mengejar namun kedua pelaku tidak ditemukan.

Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian berupa 1 satu unit Hp Oppo A39, uang tunai sebesar Rp2,2 juta, dompet yang berisi STNK mobil Truck, KTP dan SIM korban yang ada di dalam tas tersebut.

"Dengan adanya peristiwa itu korban melapor ke Polsek Terbanggibesar," kata Kapolsek Terbanggibesar, Kompol Drs Sutana Yusuf, M.Kom.I., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Senin.

Kurang lebih 3 jam setelah menerima laporan korban, Panit Reskrim bersama anggotanya berhasil menangkap salah satu pelaku berinisial PS alias Pandri yang bersembunyi di rumah warga di belakang Koramil Kampung Terbanggibesar.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti 1 tas kulit warna hitam milik korban. "Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas," jelas Sutana.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku PS alias Pandri dijerat Pasal 365 KUHPidana dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top