Moon dan Biden Tingkatkan Aliansi Promosikan Perdamaian dan Atasi Tantangan Global

"Saya baru saja melakukan percakapan hebat dengan Presiden @JoeBiden @POTUS. Saya menyambut 'kembalinya Amerika' di tengah meningkatnya tantangan global seperti COVID-19, perubahan iklim, dan polarisasi ekonomi," tulis Moon di akun pesan sosialnya.


Foto: Yonhap


SEOUL, IPHEDIA.com - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan pada Kamis bahwa ia telah setuju dengan Presiden AS, Joe Biden, untuk lebih meningkatkan aliansi bilateral dan bekerja sama dalam upaya untuk mempromosikan perdamaian regional dan untuk mengatasi tantangan global.

Moon melakukan panggilan telepon pertamanya dengan Biden sejak pelantikannya pada 20 Januari sebagai pemimpin AS.

"Saya baru saja melakukan percakapan hebat dengan Presiden @JoeBiden @POTUS. Saya menyambut 'kembalinya Amerika' di tengah meningkatnya tantangan global seperti COVID-19, perubahan iklim, dan polarisasi ekonomi," tulis Moon di akun pesan sosialnya.

"Para pemimpin berjanji untuk lebih meningkatkan aliansi ROK-AS, aliansi yang berlabuh pada nilai-nilai bersama," tambah Moon, melansir Yonhap. ROK adalah kependekan dari nama resmi Korea Selatan, Republik Korea.

"Kami akan selalu berdiri bersama saat kami bekerja untuk perdamaian di Semenanjung Korea dan mengatasi tantangan global," katanya lagi.

Moon dan Biden melakukan percakapan telepon sebelumnya pada 12 November setelah kemenangan pemilihan presiden Biden.

Mereka sepakat untuk bekerja sama secara erat untuk menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara. Biden menyebut Korea Selatan sebagai kunci utama keamanan dan kemakmuran di kawasan Indo-Pasifik.

Sejak menjabat, Biden telah berbicara melalui telepon dengan para pemimpin negara lain seperti Kanada, Meksiko, Inggris, Rusia, dan Jepang. (yhp/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top