-->

Komisi IV Desak KKP Tidak Potong Anggaran yang Bersentuhan dengan Rakyat

“Kami berharap KKP melakukan langkah strategis dan cermat, tidak melakukan pemotongan anggaran terhadap kegiatan yang bersentuhan dengan rakyat. Hal tersebut diperlukan dalam rangka menumbuhkan dan menyelamatkan ekonomi nasional,” ujar Dedi.


Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi (Foto: Arief/Man)


JAKARTA, IPHEDIA.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Dedi Mulyadi menegaskan, pengurangan belanja anggaran Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tak boleh mengorbankan layanan institusi tersebut terhadap masyarakat.

Hal itu disampaikan Dedi pada Rapat Dengar Pendapat antara Komisi IV dengan Eselon I KKP, terkait pendalaman refocusing dan realokasi belanja KPP RI TA 2021 yang berlangsung di Gedung Nusantara, Jakarta, Kamis.

“Kami berharap KKP melakukan langkah strategis dan cermat, tidak melakukan pemotongan anggaran terhadap kegiatan yang bersentuhan dengan rakyat. Hal tersebut diperlukan dalam rangka menumbuhkan dan menyelamatkan ekonomi nasional,” ujar Dedi.
 
Politisi Partai Golkar ini sebenarnya menyayangkan pengurangan anggaran oleh Kementerian Keuangan kepada KKP ini. Dalam surat Menkeu Nomor S-30/MK.02/2021 tanggal 12 Januari 2021 dijabarkan penghematan belanja KKP tahun 2021, pagu anggaran yang semula Rp6,65 triliun menjadi Rp 6,49 triliun.

“Harapan kami kalau refocusing anggaran itu yang di atas Rp10 triliun. Sementara ini anggarannya di bawah Rp10 triliun diharuskan mengurus laut, sungai, dan danau di seluruh Indonesia dengan anggaran yang terbatas,” sebut Dedi.

Padahal, ia menambahkan, pagu KKP tidak sampai 1 persen dari keseluruhan dana APBN. Belum lagi anggaran KKP sempat dipotong pula saat pandemi tahun lalu.

Menurut Dedi, KKP adalah salah satu ujung tombak ketahanan pangan di Indonesia. Untuk itu, lembaga ini harus dapat memaksimalkan kinerjanya di tengah keterbatasan anggaran negara.

“Walau dengan modal dasar yang dipotong, semoga KKP bisa melakukan pelayanan dan penugasan lebih baik kepada para nelayan, pembudidaya, petambak, dan melakukan pemuliaan laut di sekitar garis pantai, menjaga ekosistem laut dan juga air tawar,” pungkasnya. (ah/mh/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top