-->

Kerusuhan di Spanyol, 80 Orang Ditangkap dalam 3 Malam

Pablo Hasél, yang mulai minggu ini menjalani hukuman 9 bulan di penjara timur laut, telah memicu perdebatan sengit tentang batas kebebasan berbicara di Spanyol dan badai politik atas penggunaan kekerasan oleh pendukung rapper dan polisi.

foto: AP

BARCELONA, IPHEDIA.com - Protes atas penahanan seorang rapper, Pablo Hasél, yang dihukum karena menghina kerajaan Spanyol dan memuji kekerasan teroris menimbulkan kerusuhan selama tiga malam berturut-turut.

Pablo Hasél, yang mulai minggu ini menjalani hukuman 9 bulan di penjara timur laut, telah memicu perdebatan sengit tentang batas kebebasan berbicara di Spanyol dan badai politik atas penggunaan kekerasan oleh pendukung rapper dan polisi.

Mitra junior koalisi yang berkuasa, partai sayap kiri United We Can (Unidas Podemos), pada Kamis waktu setempat mengajukan petisi pengampunan total untuk Hasél dan rapper lainnya, Valtònyc, yang melarikan diri ke Belgia pada tahun 2018 untuk menghindari persidangan atas tuduhan “Memuliakan” terorisme.

Namun, otoritas pengadilan di wilayah timur laut Catalonia mengumumkan bahwa Hasél kalah dalam banding baru-baru ini dan sedang mempertimbangkan hukuman penjara tambahan 2 1/2 tahun.

Hukuman penjara tambahan untuk Hasél itu karena dia menghalangi keadilan dan penyerangan pada tahun 2017. Hukuman tersebut dapat diajukan banding lagi sebelum ke Mahkamah Agung negara itu, melansir AP, Jumat.

Seperti dua malam sebelumnya, protes dimulai Kamis waktu setempat dengan pertemuan besar di beberapa kota yang awalnya sebagian besar damai.

Di ibu kota daerah Catalonia, Barcelona, ​​ratusan orang menyanyikan lagu, menyanyi rap, dan meneriakkan "Pablo Hasél, kebebasan!" dan “Media Spanyol, manipulator!” di alun-alun.

Puluhan orang membakar barikade wadah sampah dan lompatan konstruksi yang memblokir arteri kota utama, melemparkan batu, botol, dan benda lain ke arah polisi anti huru hara.

Di kota pantai timur Valencia, polisi menggunakan tongkat untuk membubarkan pengunjuk rasa dan menangkap setidaknya delapan orang, menurut delegasi regional pemerintah Spanyol.

Hampir 80 orang telah ditangkap dan lebih dari 100 terluka sejak Hasél dibawa pergi dari universitas tempat dia mengungsi setelah menolak untuk muncul di penjara secara sukarela. (ap/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top