-->

Jalan Nasional Depan Puskesmas Cileungsi Rusak Berat, Warga Minta Perbaikan

“Bagian badan jalan aspalnya mengelupas karena tergerus air, ditambah drainase kanan kiri badan jalan terjadi penyumbatan," ujar salah seorang warga Cileungsi, Nasir. 



BOGOR, IPHEDIA.com - Ruas Jalan Raya Nasional Transyogi Cileungsi, Kabupaten Bogor, sudah dua tahun lebih kondisinya rusak berat hingga berbentuk kubangan dan sering menelan korban akibat kecelakaan tunggal.  

“Sejumlah sepeda motor yang melintas sering jatuh terperosok lubang besar. Selain itu, beberapa truk yang melintas juga mengalami kerusakan hingga as rodanya patah. Bagian badan jalan aspalnya mengelupas karena tergerus air, ditambah drainase kanan kiri badan jalan terjadi penyumbatan," ujar salah seorang warga Cileungsi, Nasir, Rabu. 

Padahal, menurut dia, jalan raya nasional ini merupakan urat nadi perekonomian yang menghubungkan Jakarta, Bekasi dan Bogor. Siang-malam jalan ini tidak pernah sepi, terutama lintas provinsi.

"Kerusakan jalan yang lokasinya tepat di depan kantin Puskesmas Cileungsi itu mirip kubangan kerbau. Termasuk pihak Puskesmas juga sering mengeluhkan kondisi jalan yang mengancam keselamatan warga ketika akan berobat ke puskesmas, bahkan beberapa pasien yang dianter oleh keluarganya sempat terjatuh saat kendaaraan motor melintas jalan tersebut," tuturnya. 

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, R Soebiantoro, mengatakan pihaknya sudah menyampaikan terkait kondisi jalan milik nasional di depan Kantor Puskesmas Cileungsi ke Kementrian PUPR yang kondisinya rusak berat. 

"Dalam musrembang kabupaten, kepala Desa Cileungsi pernah menyampaikan keluhan warganya ke Bupati soal kondisi jalan nasional yang rusak. Karena statusnya jalan bukan milik kabupaten sehingga perbaikannya agak lambat. Saya berharap dalam waktu cepat jalan yang berada di penyangga ibu kota itu secepatnya diperbaiki," pungkasnya. (Bi2t/Bas/Ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top