-->

Gubernur Sumsel: Mentransformasi Pembangunan Harus Ada Persamaan Persepsi Antara Pusat dan Daerah

"Perlu penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dengan tujuan utama mentransformasi pembangunan, berupa perubahan struktur dengan menambah, mengurangi, atau menata kembali unsur-unsurnya," ujar Gubernur Herman Deru.



PALEMBANG, IPHEDIA.com - Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru (HD) mengatakan, dalam mentransformasi pembangunan perlu adanya sinkronisasi dan harmonisasi perencanaan antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam rangka mencapai target pembangunan nasional.

"Perlu penyamaan persepsi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dengan tujuan utama mentransformasi pembangunan, berupa perubahan struktur dengan menambah, mengurangi, atau menata kembali unsur-unsurnya," ujar Gubernur Herman Deru.

Hal itu disampaikan HD saat wawancara dengan wartawan usai mengikuti Pembukaan Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan (Rakortekrenbang) Tahun 2021 melalui video conference bertempat di Command Center Kantor Gubernur, Palembang, Kamis.

Tujuan utama mentransformasi pembangunan, kata dia, perlu pemulihan ekonomi dan masih transisi. "Harus ada Kepatuhan seperti aturan pencegahan Covid-19 serta terus berusaha dalam pemulihan ekonomi, tahun  2021 merupakan mengatur rencana kembali," tutupnya.

Sementara, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Suharso Monoarfa, dalam paparannya dalam Rakortekrenbang melalui video conference itu menyebutkan ada tujuh agenda RPJMN. 

Ketujuh agenda itu, berupa penguatan ketahanan ekonomi, pengembangan wilayah, peningkatan SDM, peningkatan revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, penguatan infrastruktur, pembangunan lingkungan hidup, ketahanna bencana dan perubahan iklim, dan stabilitas politik hukum dan transformasi pada publik. (ed/ris/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top