Dipecat Junta, Duta Besar Myanmar untuk PBB Lakukan Perlawanan

Duta Besar Myanmar untuk PBB itu dipecat junta karena mendesak negara-negara menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membalikkan kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemimpin terpilih negara itu, Aung San Suu Kyi.

Foto: Reuters via USNews

NEW YORK, IPHEDIA.com - Utusan Myanmar untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada Sabtu waktu setempat berjanji akan melakukan perlawanan setelah junta memecatnya. 

Duta Besar Myanmar untuk PBB itu dipecat junta karena mendesak negara-negara menggunakan segala cara yang diperlukan untuk membalikkan kudeta 1 Februari yang menggulingkan pemimpin terpilih negara itu, Aung San Suu Kyi. "Saya memutuskan untuk melawan selama saya bisa," kata Kyaw Moe Tun. 

Televisi pemerintah Myanmar mengumumkan pada Sabtu bahwa Kyaw Moe Tun telah dipecat karena mengkhianati negara. Namun, Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak secara resmi mengakui junta sebagai pemerintah baru Myanmar. 

Hal itu karena PBB belum menerima pemberitahuan resmi tentang perubahan apa pun, kata seorang pejabat PBB, yang berbicara tanpa menyebut nama, sehingga Kyaw Moe Tun tetap menjadi duta besar Myanmar untuk PBB, untuk saat ini.

"Kami belum menerima komunikasi apapun mengenai perubahan representasi Myanmar di PBB di New York," kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, melansir Reuters, Minggu.

Utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, memperingatkan 193 anggota Majelis Umum PBB pada hari Jumat bahwa tidak ada negara yang boleh mengakui atau melegitimasi junta Myanmar.

Jika junta Myanmar, yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing, mencoba untuk mendapatkan pengakuan internasional dengan memasang utusan baru PBB, hal itu dapat memicu pertarungan di badan dunia tersebut yang dapat mencapai puncaknya dengan pemungutan suara di Majelis Umum. (rts/ip)

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top