Dewan Keamanan PBB Serukan Pembebasan Suu Kyi Myanmar dan Minta Militer Tegakkan Demokrasi

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang dalam pernyataannya menekankan perlunya menegakkan lembaga dan proses demokrasi, menahan diri dari kekerasan, dan sepenuhnya menghormati hak asasi manusia, kebebasan fundamental dan aturan hukum.




NEW YORK, IPHEDIA.com - Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan pembebasan pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi, dan lainnya yang ditahan oleh militer dan menekankan perlunya menegakkan demokrasi.

Di Amerika Serikat, Presiden Joe Biden mengatakan, militer harus mundur dan penasihat keamanannya menyebutkan pemerintah sedang mempertimbangkan perintah eksekutif yang dapat mencakup sanksi.

Transisi Myanmar yang panjang dan bermasalah menuju demokrasi ternoda pada Senin ketika komandan militer Min Aung Hlaing mengambil alih kekuasaan, mengutip dugaan penyimpangan dalam pemilihan November yang dimenangkan oleh partai Suu Kyi dengan telak. Sementara, Komisi pemilihan mengatakan pemungutan suara itu adil, melansir Reuters, Jumat.

Dewan Keamanan PBB yang beranggotakan 15 orang dalam pernyataan yang disetujui oleh konsensus pada Kamis waktu setempat mengatakan bahwa mereka menekankan perlunya menegakkan lembaga dan proses demokrasi, menahan diri dari kekerasan, dan sepenuhnya menghormati hak asasi manusia, kebebasan fundamental dan aturan hukum.

Bahasa dalam pernyataan itu lebih lembut daripada draf asli oleh Inggris dan tidak menyebutkan kudeta. Tampaknya hal ini untuk mendapatkan dukungan dari China dan Rusia, yang secara tradisional melindungi Myanmar dari tindakan dewan yang signifikan. China juga memiliki kepentingan ekonomi yang besar di Myanmar dan hubungan dengan militer.

Misi PBB di China mengatakan Beijing berharap pesan utama dalam pernyataan itu dapat diperhatikan oleh semua pihak dan mengarah pada hasil yang positif di Myanmar. (rts/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top