Barat Tingkatkan Tekanan, Junta Myanmar Blokir Facebook dan Layanan Perpesanan Lain

Di Myanmar, penentangan terhadap junta muncul sangat kuat di Facebook, yang merupakan platform internet utama di sebagian besar negara itu dan mendukung komunikasi untuk bisnis dan pemerintah.




MYANMAR, IPHEDIA.com - Junta Myanmar memblokir Facebook dan layanan perpesanan lainnya pada Kamis untuk memastikan stabilitas saat mereka mengkonsolidasikan kekuasaan menyusul kudeta dan penahanan pemimpin terpilih Aung San Suu Kyi.

Langkah untuk membungkam aktivis daring dilakukan setelah polisi Myanmar mengajukan tuntutan terhadap peraih Nobel Perdamaian Suu Kyi karena mengimpor peralatan komunikasi secara ilegal, dan ketika tekanan internasional tumbuh pada junta untuk menerima hasil pemilu November yang dimenangkan oleh partainya secara telak.

Di Myanmar, penentangan terhadap junta muncul sangat kuat di Facebook, yang merupakan platform internet utama di sebagian besar negara itu dan mendukung komunikasi untuk bisnis dan pemerintah.

Orang-orang di Yangon dan kota-kota lain menggedor panci dan wajan serta membunyikan klakson mobil untuk malam kedua pada Rabu sebagai protes terhadap kudeta hari Senin. Gambar-gambar protes telah beredar luas di Facebook.

Jejaring sosial itu juga telah digunakan untuk berbagi gambar kampanye ketidakpatuhan oleh staf di rumah sakit pemerintah di seluruh negeri, yang menuduh tentara menempatkan kepentingannya di atas wabah virus corona yang telah menewaskan lebih dari 3.100 orang, salah satu korban tertinggi di dunia dan Asia Tenggara.

Kementerian Komunikasi dan Informasi mengatakan Facebook, yang digunakan oleh setengah dari 53 juta penduduk Myanmar, akan diblokir hingga 7 Februari.

"Saat ini orang-orang yang mengganggu stabilitas negara, menyebarkan berita palsu dan informasi yang salah dan menyebabkan kesalahpahaman di antara orang-orang dengan menggunakan Facebook," kata kementerian itu melansir Reuters dalam sebuah surat.

Meski demikian gangguan di sana tidak merata. Beberapa orang dari mereka mengaku masih dapat mengakses Facebook walaupun koneksinya lambat. Beberapa lainnya menggunakan VPN untuk menghindari penyumbatan. (rts/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top