Bangka Belitung Fokus Pertahankan Kesinambungan Ekonomi dengan Penguatan Peran Petani

"Pemerintah yang tidak memperhatikan nasib para petani, saya rasa sangat keliru," tegas Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, saat panen sorgum di kebun sorgum milik Haji Bambang Prayito di Sungailiat, Kabupaten Bangka.




SUNGAILIAT, IPHEDIA.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) fokus mempertahankan kesinambungan ekonomi, salah satunya dengan menguatkan peran para petani.

"Pemerintah yang tidak memperhatikan nasib para petani, saya rasa sangat keliru," tegas Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, saat panen sorgum di kebun sorgum milik Haji Bambang Prayito di Sungailiat, Kabupaten Bangka, Rabu.

Di kesempatan itu, Gubernur Erzaldi juga memotivasi para penyuluh pertanian agar tidak sekedar mengajar para petani cara bercocok tanam tetapi lebih aktif dalam memberikan pemahaman kepada para petani.

Menurutnya, di pertanian itu ada ladang bisnis yang apabila tekun dijalani akan menjadi usaha yang menjanjikan, tentunya dengan pemanfaatan lahan yang optimal dan pasarnya ada untuk hasil tanamnya. "Jangan menyuruh petani menanam sesuatu apabila pembelinya tidak ada," katanya.

Sementara itu, Haji Bambang Prayito, selaku penggagas sorgum di Babel berinisiatif untuk menanam sorgum dikarenakan budidaya yang efektif dan cocok untuk cuaca dan kondisi tanah di Babel.

"Sorgum mendekati beras, dan semua kondisi tanah bisa, hama sangat kecil, serta kemarau panjang tidak mempengaruhi cuaca," jelasnya.

Di lahan seluas 4 hektar, Haji Bambang- sapaan akrabnya, menerangkan bahwa sorgum dalam sekali tanam dapat untuk empat kali panen, dengan proses hingga panen hanya 100 hari. "Untuk saat ini kami menjual beras sorgum Rp12 ribu per kilogram," ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Juaidi, turut mendukung budi daya sorgum di Babel, dikarenakan kontur tanah Babel yang marginal membuat sorgun tetap tumbuh dikarenakan aslinya tumbuh di kawasan kering di Afrika.

"Produksi beras kita saat ini hanya 30 persen, dan ini salah satu solusi untuk menambah produksi pangan kita," ujarnya. (ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top