-->

Bangka Belitung Dorong Percepatan Pembentukan KEK Tanjung Ular

Untuk pembukaan kawasan ini, Pemprov Babel akan mobilisasi pembukaan jalan mulai dari kawasan Tanjung Ular hingga Desa Air Limau sejauh 13,8 kilometer. Jalan tersebut akan melewati hutan dengan tiga status, yakni kawasan Hutan Lindung, kawasan Hak Pengguna Lain (HPL), dan Hutan Produksi (HP).




PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mempercepat pembentukan kawasan Tanjung Ular, Kabupaten Bangka Barat, untuk dijadikan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) industri.

Hal ini setelah Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman, menemui Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada Rabu, 13 Januari 2021 terkait dukungan rencana pembangunan tiga pelabuhan di Babel, yang salah satunya Pelabuhan Tanjung Ular.

"Saya intruksikan kepada Dinas Kehutanan Provinsi untuk segera berkoordinasi dengan Pemkab Bangka Barat terkait dokumen yang harus disiapkan untuk dibawa ke Kementriaan LHK," kata Wakil Gubernur, Abdul Fatah, saat rakor percepatan kawasan Tanjung Ular, Senin.

Untuk pembukaan kawasan ini, Pemprov Babel akan mobilisasi pembukaan jalan mulai dari kawasan Tanjung Ular hingga Desa Air Limau sejauh 13,8 kilometer.

Jalan tersebut akan melewati hutan dengan tiga status, yakni kawasan Hutan Lindung, kawasan Hak Pengguna Lain (HPL), dan Hutan Produksi (HP).

Dari hasil rapat koordinasi tersebut ditemukan beberapa permasalahan, di antaranya pembayaran ganti rugi pada tanah yang bersertifikat belum kunjung usai.

Selain itu, adanya perkebunan sawit pada kawasan HP yang akan terkena pembangunan jalan, serta dokumen yang belum lengkap untuk diserahkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI.

Wagub Abdul Fatah mengatakan, dalam proses pembangunan jalan ini terasa sangat istimewa karena dalam pengerjaannya akan terjadi pembauran antara TNI dan masyarakat.

Danrem 045/Gaya, Brigjen TNI M Jangkung Widyanto, menerangkan bahwa TNI mendapat kehormatan untuk melaksanakan Tentara Manunggal Masuk Desa (TMMD) TMMD ke-110.

Adapun kegiatan ini dalam rangka untuk membantu masyarakat, khususnya yang ada di pedesaan dengan membuka akses jalan mulai dari Air Limau hingga Tanjung Ular.

"Oleh karena itu, kami minta bantuan Pemprov Babel dan Pemkab Bangka Barat untuk menyelesaikan dokumen tersebut, sehingga pada Maret 2021 pembangunan ini dapat kita laksanakan dan tidak ditemukan masalah dikemudian hari," jelasnya. (ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top