AI Jadi Pusat Perhatian Penggerak Teknologi Perusahaan Telekomunikasi

Raksasa telekomunikasi KT Corp minggu lalu bekerjasama dengan Hyundai Home Shopping Network Corp untuk mendirikan pusat panggilan AI di kantor pusat perusahaan ritel di Seoul.


Foto: Korea Bizwire


SEOUL, IPHEDIA.com - Operator seluler Korea Selatan memperluas layanan yang terintegrasi dengan teknologi kecerdasan buatan (AI) saat mereka mengalihkan fokus dari telekomunikasi untuk menemukan pendorong pertumbuhan baru.

Raksasa telekomunikasi KT Corp minggu lalu bekerjasama dengan Hyundai Home Shopping Network Corp untuk mendirikan pusat panggilan AI di kantor pusat perusahaan ritel di Seoul.

Layanan ini menggabungkan teknologi pengenalan suara dan analisis teks sehingga AI dapat membantu pelanggan dengan pertanyaan sederhana dan dapat melakukan tugas-tugas yang membosankan, seperti otentikasi pelanggan.

KT mengatakan memutuskan untuk mengembangkan layanan AI untuk membantu mengatasi peningkatan penggunaan pusat panggilan di tengah pandemi.

SK Telecom Co., operator seluler terbesar di negara itu, juga mengomersialkan layanan pusat kontak pelanggan berbasis cloud Oktober lalu yang menggabungkan chatbot AI bekerjasama dengan Amazon Web Services Inc.

Operator telekomunikasi juga berencana untuk mengintegrasikan AI di lebih banyak layanannya untuk mempersonalisasi pengalaman pengguna, mengumumkan pada Rabu bahwa mereka bertujuan untuk merilis layanan berlangganan berbasis AI dengan bermitra dengan perusahaan di sektor makanan dan minuman, pendidikan, persewaan, dan perjalanan.

"Kami menargetkan 20 juta pengguna langganan dan 600 miliar won (US $ 533,5 juta) dalam penjualan pada 2023," kata Kepala Keuangan SK Telecom, Yoon Poong-young, dalam konferensi telepon tentang pendapatan kuartal keempat perusahaan.

Pengumuman itu datang ketika bisnis teknologinya, mulai dari TV protokol internet hingga perdagangan online, telah mengalami pertumbuhan yang semakin cepat.

Laba operasional tahun lalu dari anak perusahaan teknologi operator telekomunikasi tersebut menyumbang 24 persen dari total, dibandingkan dengan 14 persen pada 2019.

"SK Telecom mengalami peningkatan profitabilitas berdasarkan pertumbuhan dari unit non-telekomunikasi," kata analis Kiwoom Securities, Jang Min-jun, melansir Yonhap, Minggu. "Perusahaan kemungkinan akan dinilai kembali setelah anak perusahaannya go public."

Saingan yang lebih kecil LG Uplus Corp juga berfokus pada AI, berkomitmen 1,3 miliar won untuk mendirikan pusat penelitian AI dengan afiliasinya dari konglomerat LG yang lebih luas. (yhp/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top