Sumatera Selatan Awali Vaksinasi Covid-19 di Wilayah Perbatasan

"Ternyata yang selama ini menjadi pertanyaan masyarakat tentang apa rasanya divaksin, dapat saya sampaikan bahwa tidak ada rasa sakit hanya seperti disuntik biasa," kata Gubernur Sumsel, Herman Deru, setelah disuntik vaksin Covid-19. 




PALEMBANG, IPHEDIA.com - Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengawali pelaksanaan penyuntikan vaksin Covid-19 di Puskesmas Gandus, Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, perbatasan Kota Palembang dan Kabupaten Muara Enim, Kamis.

"Ternyata yang selama ini menjadi pertanyaan masyarakat tentang apa rasanya divaksin, dapat saya sampaikan bahwa tidak ada rasa sakit hanya seperti disuntik biasa," kata Gubernur Sumsel, Herman Deru (HD), setelah disuntik vaksin Covid-19.

Vaksinasi perdana di Sumsel ini, Herman Deru disuntik vaksin pukul 10.00 WIB, disusul Pangdam II Sriwijaya Mayjen (TNI) Agus dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Eko Indra Heri serta perwakilan Dandim, Danrem, BPJS dan BPOM.

"Jujur saya katakan tidak ada rasa apa-apa, tidak ada nyeri atau sakit dan tidak ada dampak setelah 30 menit disuntik, bahkan kapolda dan pangdam hari ini sedang puasa sunnah," tambah HD.

Sesuai prosedur Vaksinasi Covid-19, dilakukan beberapa tes antara lain pemeriksaan tekanan darah, wawancara riwayat penyakit dan kondisi tubuh oleh tim kesehatan. Kemudian, setelah 30 menit di vaksin dilakukan pemantauan kondisi untuk melihat reaksi yang ditimbulkan setelah vaksinasi.

Kondisi kesehatan peserta vaksinasi harus memenuhi syarat yang telah ditetapkan, jika tidak penyuntikan vaksin akan ditunda sampai kondisi kesehatan peserta memenuhi syarat seperti tekanan darah, suhu tubuh dan lainnya.

Setelah observasi, HD menjelaskan, seperti jadwal yang sudah ditentukan hari ini dia bersama FKPD Sumsel baru saja menyelesaikan proses vaksinasi dan berjalan dengan baik.

Melalui vaksinasi, HD berharap dan bertekad Sumsel dapat segera lepas dari Pandemi Covid-19. Dia juga berpesan kepada pelaksana vaksinasi agar dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat ditingkat pelayanan kesehatan paling bawah, yaitu di puskesmas-puskesmas.

"Semua ini semata untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi ini bukan hanya untuk golongan tertentu melainkan untuk seluruh masyarakat. Kita ikuti saja anjuran pemerintah, tidak usah banyak pertimbangan dan jangan mudah percaya dengan hoaks yang beredar. Vaksinasi ini wajib, tidak ada alasan untuk menolak kecuali kondisi kesehatan yang belum memenuhi syarat penyuntikan vaksin ini," tegasnya.

"Dengan adanya vaksin ini mudah mudahan kita dapat segera bisa beraktivitas sediakala seperti sebelum adannya Covid-19," tutup HD. (ed/ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top