-->

Sekap Seorang Wanita, Residivis Curat Ditangkap Polsek Gunungsugih

"Pelaku yang juga residivis berinisial BU alias Budi itu diringkus anggota Polsek Gunungsugih, Selasa, 26 Januari 2021 sekira jam 08.30 WIB," kata Kapolsek Gunungsugih, Iptu Widodo Rahayu, SH., mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.




GUNUNGSUGIH, IPHEDIA.com - Jajaran Polsek Gunungsugih, Polres Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung, menangkap BU alias Budi (41) seorang residivis warga Kampung Buyut Ilir, Kecamatan Gunungsugih, yang menyekap seorang wanita di rumah korbannya.

"Pelaku yang juga residivis berinisial BU alias Budi itu diringkus anggota Polsek Gunungsugih, Selasa, 26 Januari 2021 sekira jam 08.30 WIB," kata Kapolsek Gunungsugih, Iptu Widodo Rahayu, SH., mewakili Kapolres Lamteng, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Kamis.

Penyekapan ini terjadi bermula ketika pelaku Curat berinsial BU Budi tersebut akan dipertemukan dengan saksi yang melihat kejadian saat pelaku melakukan pencurian.

Saat hendak dipertemukan dengan saksi, tiba-tiba pelaku ambil langkah seribu berlari ke dalam rumah korban Regita Sandy H (23) di Dusun Sriwaluyo I Rt. 021 Rw.010 Kampung Buyut Ilir, dengan menutup dan mengunci pintu rumah korban yang juga sebagai saksi di dalam kamar.

Pelaku dengan kondisi tangan masih terborgol menyekap korban dengan cara mengalungkan tangannya ke leher korban dan ditarik sekuat tenaga hingga korban tidak bisa bernapas dan tak berdaya.

"Kurang lebih 30 menit dibantu warga masyarakat, pintu kamar didobrak dan berhasil dibuka, lalu pelaku kita amankan dan menyelamatkan korban yang saat itu dalam keadaan pucat dan pingsan. Karena telinganya mengeluarkan darah, korban dibawa ke RSU Mardi Waluyo Metro," terang Widodo.

Selain membekuk pelaku, Polsek Gunungsugih juga mengamankan barang bukti sebuah palu besi untuk membuka pintu, 1 slot pintu dalam keadaan rusak serta sepasang borgol yang digunakan untuk menyekap korban.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya pelaku dijerat Pasal 333 KUHPidana dan 351 KUHPidana tentang dengan sengaja dan melawan hukum merampas kemerdekaan seseorang dan atau penganiyaan dengan ancaman hukuman penjara sembilan tahun penjara. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top