Satgas Anker Polres Tanjab Timur Gagalkan Penyelundupan 94 Ribu Benih Lobster

Selain menggagalkan penyelundupan puluhan ribu benih lobster, Tim Satgas Anker Polres Tanjab Timur juga mengamankan dua orang sopir sebagai pelakunya, masing-masing berinisial ES (52) warga Pasir Putih Kota Jambi dan TS (49) warga Krembangan, Surabaya, berikut mobil Toyota Inova yang mereka kendarai.




JAMBI, IPHEDIA.com - Sebanyak 94.500 ekor benih lobster senilai Rp2,4 miliar yang akan diselundupkan digagalkan Tim Satgas Anti Kejahatan Wilayah Perairan (Anker) Polres Tanjab Timur, Provinsi Jambi.

Selain menggagalkan penyelundupan puluhan ribu benih lobster, Tim Satgas Anker Polres Tanjab Timur juga mengamankan dua orang sopir sebagai pelakunya, masing-masing berinisial ES (52) warga Pasir Putih Kota Jambi dan TS (49) warga Krembangan, Surabaya, berikut mobil Toyota Inova yang mereka kendarai.

"Kedua pelaku diamankan di Sungai Apung Desa Lagan Ilir, Kecamatan Mendahara, Kabupaten Tanjab Timur, saat mengendarai mobil Toyota Inova dengan nomor polisi B 1345 KYS," kata Kapolres Tanjab Timur, AKBP Deden Nurhidayatullah, melalui Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol Mulia Prianto, Sabtu.

Aksi penyelundupan sebanyak 17 box sterefoam yang berisikan benih lobster berjumlah 94.500 ekor ini digagalkan berdasarkan informasi dari masyarakat melalui Kanit Intel Polsek Mendahara Ilir Polres Tanjab Timur diteruskan ke Satgas Anker Polres Tanjab Timur.

Berdasarkan informasi tersebut, Kapolres Tanjab Timur memerintahkan Satgas untuk melakukan penangkapan terhadap kendaraan Toyota Inova Nopol B 1345 KYS yang membawa benih lobster itu.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya kedua pelaku dikenakan Pasal 92 Jo Pasal 26 Ayat (1) dan/atau Pasal 88 Jo Pasal 16 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2004 tentang perikanan sebagaimana telah diubah Undang-Undang Nomor 45 tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 tahun 2004  tentang perikanan. (man/ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top