Rekam Kemajuan Bangka Belitung, Gubernur Erzaldi Kembangkan 2 Museum Berbeda Tema

Kedatangan Gubernur Erzaldi ke Perpusnas bertujuan untuk menjalin kerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi untuk menggali mengenai arsip maupun sejarah mengenai perkembangan Babel.




JAKARTA, IPHEDIA.com – Banyaknya peristiwa bersejarah yang terjadi di Kepulauan Bangka Belitung, menginisiasi Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman, untuk mengembangkan dua museum dengan berbeda tema di Babel.

Hal ini disampaikan Gubernur Babel, Erzaldi Rosman, saat berkunjung ke Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, di Gedung Layanan Perpustakaan Nasional RI. Kedatangannya disambut oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando, beserta jajaran, Rabu.

"Ada beberapa hal yang akan kami kembangkan, yakni dua museum yang berbeda tema," kata Gubernur Erzaldi.

Kedua museum itu, pertama museum dengan tema sejarah peradaban melayu dan akan dikolaborasikan dengan sejarah nasional Kota Muntok. Karena sejarah Babel kebanyakan berasal dari Melayu Muntok, termasuk gedung heritage dan sejarah Presiden pertama Soekarno.

Kedua, mengenai sejarah, Belitung memiliki banyak geosite atau geopark yang telah dikembangkan dan sudah digarap hingga ke UNESCO. "Untuk itu, sejarah ini butuh data, termasuk peradaban Babel, dan ini ada di Perpusnas," tuturnya.

Karena itu, kedatangan Gubernur Erzaldi ke Perpusnas bertujuan untuk menjalin kerjasama, bersinergi, dan berkolaborasi untuk menggali mengenai arsip maupun sejarah mengenai perkembangan Babel.

"Kami ingin kerja sama untuk menggali hal ini. Di samping pengumpulan data fisik, nanti kita bangun museum dan perpustakaan. Strategi kami, kerjasama dengan Universitas Tarumanegara terkait desain serta memanfaatkan teknologi digital," ungkapnya.

Untuk memberdayakan perpustakaan ini, Gubernur Erzaldi juga ingin menjalin kerja sama dalam rangka meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan mengelola perpustakaan ini nanti. Harapannya, ketika museum selesai, bisa diresmikan oleh Kepala Perpusnas Syarif Bando.

Selain itu, Gubernur Erzaldi berharap, diskusi ini bisa membawa hasil bagi kemajuan peradaban Pemprov. Babel. Karena menurutnya, literasi dan perpustakaan adalah suatu kebutuhan. Sehingga, perlu mencegah digitalisasi yang berlebihan dan mengurangi minat untuk terus membaca.

"Melalui keberadaan sejarah dan latar belakang Babel di museum ini diharapkan bisa menjadi wadah yang memberikan edukasi tentang visi misi masyarakat kita dan pemangku kebijakan," ujarnya.

Menanggapi hal-hal yang dikemukakan oleh Gubernur Erzaldi, Kepala Perpusnas, Syarif Bando, menyambut baik dan meminta jajarannya untuk membantu memfasilitasi, mulai dari kegiatan menggali sejarah dan peradaban di Babel.

Untuk menggali sejarah Babel, Syarif Bando menyarankan agar Pemprov Babel membentuk tim yang beranggotakan perwakilan dari Perpusnas RI dan juga perwakilan dari Kantor Arsip Nasional Indonesia (ANRI). Karena ANRI juga memiliki wewenang dalam memeriksa arsip pemerintahan.

Turut mendampingi Gubernur Erzaldi dalam pertemuan ini, yaitu Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Babel, Asyraf Suryadin, dan Kepala Badan Penghubung, Ari Primajaya. (ris/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top