Polsek Gunungsugih Meringkus Pelaku Pencabul Anak Tiri

"Tidak tahan dengan perlakuan ayah tirinya, dengan didampingi nenek dan pamannya, korban melaporkan pelaku MRM ke Polsek Gunungsugih. Pelaku ditangkap pada Kamis, 21 Januari 2021," kata Kapolsek Gunungsugih, Iptu Widodo Rahayu, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH.




BUMIRATU NUBAN, IPHEDIA.com - Akibat kecanduan menonton film porno, MRM (44) warga Dusun V Kampung Bulusari, Kecamatan Bumiratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah (Lamteng), Provinsi Lampung ini, tega melakukan perbuatan cabul terhadap putri tirinya.

Atas perbuatannya mencabuli anak tirinya Bunga (17) --bukan nama yang sebenarnya- sejak kelas 3 SD sampai sekarang sudah duduk dibangku kelas 2 SMK, pelaku ditangkap jajaran Polsek Gunungsugih dan harus meringkuk dibalik jeruji besi.

"Tidak tahan dengan perlakuan ayah tirinya, dengan didampingi nenek dan pamannya, korban melaporkan pelaku MRM ke Polsek Gunungsugih. Pelaku ditangkap pada Kamis, 21 Januari 2021," kata Kapolsek Gunungsugih, Iptu Widodo Rahayu, SH., mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro, S.Ik, SH., Jumat.

Terakhir, pelaku MRM mencabuli anak tirinya pada Kamis, 14 Januari 2021 sekira pukul 22 00 WIB. Modusnya pelaku mendatangi korban saat sedang tidur pulas di kamarnya. Pelaku langsung tidur di sebelah korban.

Berdasarkan pengakuan pelaku, kata Widodo, pelaku memang sebelumnya kecanduan menonton film porno di ponselnya. Karena tidak tahan menahan sahwatnya, pelaku melampiaskan kepada korban yang juga anak tirinya.

Setelah puas melampiaskan nafsunya, pelaku meninggalkan korban sambil mengancam akan memukul korban bila menceritakan perbuatan bejatnya kepada keluarga maupun kepada orang lain. "Setelah mendapat laporan dari korban, pelaku ditangkap oleh anggota kita," terang Widodo.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal persetubuhan terhadap anak di bawah umur dan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur, Pasal 76 D Jo 81 dan 76 E Jo 82 UU RI No. 17 Tahun 2016 tentang penetapan pemerintah pengganti UU No. 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, dihukum penjara 15 tahun penjara. (Bi2t/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top