Polisi Bekuk Komplotan Pengedar 8 Kg Sabu, 2 dari 6 Pelaku Dilumpuhkan Kakinya dengan Timah Panas

Dari hasil penggerebekan, petugas mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 8,4 kilogram yang dibalut plastik kemudian diselipkan dalam tumpukan buah durian.




SURABAYA, IPHEDIA.com -
Jajaran Polrestabes Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu yang melibatkan 6 pelaku, yang 2 di antaranya dilumpuhkan dengan ditembak kakinya.

Para pelaku tersebut, yakni inisial MZ (17) warga Sambisari Surabaya, JS (30) Sidoarjo, HL (42) Kroman Gresik, DI (31) Sidayu Gresik, MR (25) Asemrowo Surabaya, dan MA (25) asal Sidayu Sidoarjo.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengungkapkan, para pelaku mengirimkan barang narkoba ini melalui jalur darat. "Pelaku ini mengirimkan narkoba dengan mengelabui petugas dengan dicampur dengan kiriman buah durian," jelas Wakapolres.

Wakapolres menambahkan, bahwa tidak akan segan untuk memberi efek jera terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba. "Ini semua demi generasi muda agar tidak sampai merusak masa depan, jadi narkoba ini harus dibasmi," jelasnya, Rabu.

Para pelaku, yang dua di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan ditembak kakinya lantaran hendak melawan petugas saat dilakukan introgasi.

Dari hasil penggerebekan, petugas mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu sebanyak 8,4 kilogram yang dibalut plastik kemudian diselipkan dalam tumpukan buah durian.

Kasatnarkoba AKBP Memo Ardian menjelaskan, modus yang dipakai para pelaku ini terbilang cukup lihai dalam mengelabui incaran petugas. 


"Narkoba ini diambil dari Jambi dengan menggunakan mobil yang dipenuhi dengan buah durian," tandas AKBP Memo Ardian.

Dari hasil introgasi, keempat tersangka mengaku telah tiga kali mengambil narkotika jenis sabu dari Medan yang hendak diedarkan ke Jawa Timur melalui jalur darat sejak bulan Oktober 2020 hingga Januari 2021.

Total narkotika jenis sabu yang diambil tersangka seberat 40 kg. Namun, aksi mereka gagal karena petugas Satnarkoba mengendus gelagat mencurigakan dari aktivitas pengiriman tersebut.

Kini para tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan mendekam di jeruji besi dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup atau hukuman mati. (Sugeng P/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top