-->

Penyelam TNI AL Temukan Kotak Hitam Sriwijaya Air SJ 182 yang Jatuh

Penemuan tersebut diharapkan dapat membantu penyelidik untuk menentukan apa yang menyebabkan pesawat Boeing 737-500 itu menukik ke laut dalam hujan deras tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada Sabtu.


Foto: AP


JAKARTA, IPHEDIA.com - Penyelam dari TNI Angkatan Laut (AL) Indonesia yang mencari di dasar laut menemukan kotak hitam dari jet Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh ke Laut Jawa selama akhir pekan dengan 62 orang di dalamnya.

Belum jelas apakah perangkat itu adalah data penerbangan pesawat atau perekam suara kokpit. Lokasi penemuan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, sekitar pukul 16.20 WIB, Selasa.

Penemuan tersebut diharapkan dapat membantu penyelidik untuk menentukan apa yang menyebabkan pesawat Boeing 737-500 itu menukik ke laut dalam hujan deras tak lama setelah lepas landas dari Jakarta pada Sabtu.

Stasiun TV menunjukkan penyelam di atas kapal karet dengan wadah putih besar berisi perangkat menuju pelabuhan Jakarta. Ini akan diserahkan kepada Komite Keselamatan Transportasi Nasional, yang mengawasi investigasi kecelakaan.

Sebuah kapal angkatan laut sebelumnya menangkap ping intens yang dipancarkan dari dua perekam tersebut. Mereka terkubur di lumpur dasar laut di bawah berton-ton benda tajam di reruntuhan, kata Kepala Angkatan Laut, Laksamana Yudo Margono.

Dia mengatakan setidaknya 160 penyelam dikerahkan Selasa untuk mencari perangkat tersebut.

Lebih dari 3.600 personel penyelamat, 13 helikopter, 54 kapal besar dan 20 kapal kecil sedang mencari di daerah utara Jakarta di mana Penerbangan 182 jatuh dan telah menemukan bagian-bagian dari pesawat dan sisa-sisa penumpang di dalam air pada kedalaman 23 meter (75 kaki).

Sejauh ini, para pencari telah mengirimkan 74 kantong jenazah berisi jenazah kepada para ahli identifikasi polisi yang pada Senin mengatakan mereka telah mengidentifikasi korban pertama mereka, pramugari berusia 29 tahun Okky Bisma.

Istrinya, Aldha Refa, yang juga seorang pramugari Sriwijaya Air, berbagi kesedihannya melalui serangkaian postingan di media sosial.

“Suamiku adalah pria yang penyayang, saleh, dan sangat baik,” tulisnya di Instagram. “Surga adalah tempatmu, sayang ... damai di sana.”

Anggota keluarga korban kecelakaan itu telah memberikan sampel untuk tes DNA dan polisi mengatakan hasilnya diharapkan dalam 4-8 hari.

Juru bicara Polri, Rusdi Hartono, melansir AP mengatakan, sekitar 53 sampel untuk tes DNA sudah terkumpul namun masih dibutuhkan lebih banyak, terutama dari orang tua dan anak korban.

Komite Keselamatan Transportasi Nasional Indonesia mengatakan Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS akan ikut menyelidiki kecelakaan itu.

Ketua KNKT, Soerjanto Tjahjono, mengesampingkan kemungkinan pecah di udara setelah melihat kondisi bangkai kapal yang ditemukan oleh pencari.

Dia mengatakan jet itu utuh sampai menghantam air, memusatkan bidang puing-puing, daripada menyebarkannya ke area yang luas seperti yang terlihat pada peristiwa di udara. (ap/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write comment

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik).

TOPIK

Back to Top