-->

Pasok Potassium Bom Ikan, Polairud Polda Jatim Amankan Dirut PT DTMK

Dalam pemesanan Potassium Chlorate, tersangka Baidowi melakukan pemesanan secara lisan kepada PT DTMK dan pembayaran secara transfer bank atas nama penerima, yaitu DN selaku komisaris utama PT DTMK.




SURABAYA, IPHEDIA.com - Tim Satgas Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri dan Ditpolairud Jawa Timur (Jatim) menangkap M Baidowi (43) warga asal Socah, Bangkalan Madura, yang merupakan pemimpin perusahaan dan WP (34) Direktur PT DTMK Surabaya serta mengamankan barang bukti sebanyak 16.375 KG Potassium Chlorate.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim penyidik satgas Gakkum Ditpolair Korpolairud Baharkam Polri terhadap para saksi dan tersangka diketahui jika Direktur PT DTMK Surabaya terlibat.

Dalam pemesanan Potassium Chlorate, tersangka Baidowi melakukan pemesanan secara lisan kepada PT DTMK dan pembayaran secara transfer bank atas nama penerima, yaitu DN selaku komisaris utama PT DTMK.

Ditemukan adanya karung baru yang belum digunakan dengan tulisan Potassium Chlorate sehingga adanya indikasi dugaan pengemasan ulang Potassium Chlorate sebelum dijual kepada konsumen.

Dirpolair Korpolairud Baharkam Polri, Brigjen Pol Yassin, didampingi Dirpolairud Polda Jatim, Kombes Pol Arnapi mengatakan, PT DTMK melakukan penjualan Potassium Chlorate kepada perorangan dengan tidak melakukan penelusuran latar belakang pembeli dan mengabaikan aspek keselamatan dan kesehatan dengan tujuan penjualan dengan mendapatkan keuntungan.

Berdasarkan keterangan kepala gudang bahwa pelaku melakukan perubahan kemasan dari Sodium Perchlorate menjadi Potassium Chlorate yang ditempatkan di gudang blok N.7 dan blok N.15.

Terhadap Potassium Chlorate dan Sodium Perchlorate yang telah dilakukan uji laboratorium, didapatkan hasil bahwa kedua bahan tersebut merupakan senyawa Kalium Klorat (kclo3) yang merupakan komponen bahan peledak jenis low explosive.

"Ahli Labfor menerangkan bahwa Potassium Chlorate merupakan bahan kimia oksidator dan dapat digunakan sebagai bahan peledak," jelas Brigjen Pol M Yassin, Senin.
 
Total jumlah bahan peledak yang berhasil disita dari 3 lokasi, yaitu dengan berat total 40.375 KG. Selain itu petugas melakukan berbagai peralatan bahan perakitan bahan peledak serta dokumen pendukung lainnya.

Saat ini penyidik sedang mendalami dugaan tindak pidana perlindungan konsumen pasal 62 UU No. 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dan tidak menutup kemungkinan persangkaan terhadap tindak pidana lain dalam penanganan perkara ini.

Dari pengungkapan kasus ini, jelas dia, petugas menyelamatkan laut Indonesia dari bahaya bom ikan yang telah diketahui dapat merusak terumbu karang, spesies ikan maupun biota laut lainnya.

"Karena apabila 1 buah bom ikan diledakkan memiliki daya ledak radius 50 meter, maka dari keseluruhan total barang bukti, potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan adalah seluas 800 hektar," tutup Brigadir Jenderal Polisi M Yassin. (Sugeng P/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK

Back to Top