Negara Bagian Australia Berlakukan Kembali Pembatasan Perjalanan

Berita bahwa negara bagian sedang memerangi dua wabah terpisah di Sydney datang pada hari pertama pembatasan wajib masker di Greater Sydney, dengan penegakan akan dimulai pada Minggu tengah malam.


Foto: AP


SYDNEY, IPHEDIA.com - Sejemlah negara bagian dan teritori Australia memberlakukan kembali pembatasan perjalanan untuk mencegah penyebaran virus corona dari wabah baru di negara bagian New South Wales dan Victoria.

Wilayah Ibu Kota Australia telah menutup kemungkinan bukan penduduk yang pernah berada di pantai utara Sydney, tempat wabah paling terkonsentrasi, Sydney Raya, dan pusat-pusat kecil lainnya, kecuali mereka memiliki pengecualian.

Negara bagian pulau Tasmania telah melarang siapa pun yang terkait langsung dengan kasus-kasus Victoria terbaru, mencantumkan situs-situs pemaparan di mana kasus-kasus yang dikonfirmasi diketahui telah terjadi.

Langkah tersebut mengikuti deklarasi Tasmania tentang Greater Sydney dan area Wollongong di selatan Sydney sebagai zona berisiko menengah, yang mengharuskan para pelancong untuk melakukan karantina selama 14 hari pada saat kedatangan, sementara mereka yang berasal dari pantai utara Sydney dilarang masuk.

Victoria melaporkan tiga kasus baru penularan komunitas pada Minggu, turun dari hari Sabtu tanggal 10. Secara total, ada 21 kasus Victoria yang didapat secara lokal selama beberapa hari terakhir, semuanya terkait dengan wabah New South Wales. Perbatasan Victoria sekarang ditutup untuk semua pelancong dari New South Wales.

Pada Minggu, New South Wales mencatat delapan kasus lokal baru. Ada 161 kasus aktif di negara bagian ini, kebanyakan di pantai utara Sydney, dan 13 berasal dari toko minuman keras yang tidak terhubung ke gugusan pantai.

Melansir AP, berita bahwa negara bagian sedang memerangi dua wabah terpisah di Sydney datang pada hari pertama pembatasan wajib masker di Greater Sydney, dengan penegakan akan dimulai pada Minggu tengah malam.

Masker wajib ada di pusat perbelanjaan, di transportasi umum, di tempat ibadah, tempat rambut dan kecantikan, serta tempat hiburan seperti bioskop. Semua staf perhotelan juga diharuskan memakai masker. (ap/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top