Kota Pangkalpinang Ibu Kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Zona Merah Covid-19

Sebelumnya, Kota Pangkalpinang zona oranye (risiko sedang). Namun, karena ibu kota provinsi ini mengalami lonjakan kasus Covid-19 di awal tahun ini kembali ditingkatkan ke zona merah (risiko tinggi). 


Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno


PANGKALPINANG, IPHEDIA.com - Adanya kenaikan jumlah kasus yang cukup signifikan, Kota Pangkalpinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, kembali ditetapkan statusnya di zona merah.

"Kota Pangkalpinang kembali ke zona merah," kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel, Andi Budi Prayitno, Jumat.

Sebelumnya, Kota Pangkalpinang zona oranye (risiko sedang). Namun, karena ibu kota provinsi ini mengalami lonjakan kasus Covid-19 di awal tahun ini kembali ditingkatkan ke zona merah (risiko tinggi).

Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Babel mencatat dalam sepekan terakhir jumlah orang terpapar dan dinyatakan positif Covid-19 sebanyak 468 orang atau 44,5 persen, di mana 35,7 persen kasus itu berasal dari Kota Pangkalpinang.

"Sepekan terakhir kenaikan kasus baru Covid-19 tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang," kata Andi Budi Prayitno.

Dari kabupaten/kota di Babel, Kabupaten Belitung Timur zona kuning (risiko rendah), sementara sebanyak lima kabupaten berada di zona oranye, masing-masing Bangka Barat, Bangka Selatan, Bangka, Bangka Tengah dan Belitung.

Kenaikan tertinggi kasus baru Covid-19 terjadi di Kota Pangkalpinang mencapai 55,0 persen, disusul Kabupaten Bangka 40,7 persen, Bangka Barat 42,8 persen, dan Kabupaten Bangka Tengah 75,0 persen.

Dengan adanya kenaikan ini, dalam peta zona risiko wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang sebelumnya berada di zona kuning naik ke orange. (ris/ip)

 

Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

Back to Top