Kerusuhan Tumbuh di Lebanon yang Dilanda Krisis di Tengah Lockdown Virus Corona

Protes yang tak henti-hentinya di Tripoli, terjadi ketika Lebanon bergulat dengan pandemi dan krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya, dengan hanya pemerintah sementara yang bertanggung jawab.


Foto: AP


TRIPOLI, IPHEDIA.com - Pasukan keamanan Lebanon melepaskan tembakan gas air mata ke arah pemuda pelempar batu di kota utara Tripoli pada Kamis waktu setempat di tengah penolakan lockdown virus corona negara itu dan kelambanan elit politik dalam menghadapi keruntuhan ekonomi.

Protes yang tak henti-hentinya di Tripoli, sekarang di hari keempat, terjadi ketika Lebanon bergulat dengan pandemi dan krisis ekonomi terburuk dalam sejarahnya, dengan hanya pemerintah sementara yang bertanggung jawab.

Protes dilanjutkan tak lama setelah Omar Taibi, seorang pria berusia 30 tahun yang ditembak oleh pasukan keamanan selama protes pada Rabu malam, dimakamkan di Tripoli. Lebih dari 220 orang lainnya terluka dalam bentrokan karena frustrasi memuncak.

Para demonstran mengecam penutupan berkepanjangan Lebanon yang telah memperburuk kondisi. Krisis telah menjadi ancaman terbesar bagi stabilitas Lebanon sejak berakhirnya perang saudara pada tahun 1990.

Tripoli, kota terbesar kedua di Lebanon dan yang paling miskin, telah menjadi pusat demonstrasi dan kerusuhan melawan elit politik negara itu. Protes yang lebih kecil dilaporkan Kamis dan awal pekan ini di Beirut dan wilayah Bekaa timur, melansir AP, Jumat.

Puluhan pria muda telah mengambil bagian dalam protes malam di Tripoli, melemparkan batu ke pasukan keamanan dan dalam beberapa kasus, membakar kendaraan. Pada Rabu, pengunjuk rasa berulang kali mencoba masuk ke gedung kota.

Beberapa orang melemparkan granat tangan ke arah pasukan keamanan, yang membalas dengan meriam air, tembakan gas air mata dan akhirnya, peluru tajam.

Kantor Berita Nasional mengatakan 226 orang terluka dalam konfrontasi itu, termasuk 26 polisi. Taibi, yang terkena peluru, meninggal karena luka-lukanya pada Kamis, katanya. (ap/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top