Jelang Transisi Pemerintahan Biden, Dubes AS Untuk PBB Batalkan Lawatannya ke Taiwan

Kunjungan Craft yang direncanakan datang di tengah keberatan kuat dari China yang memandang pulau itu sebagai wilayahnya sendiri. Namun, perjalanan itu dibatalkan oleh Departemen Luar Negeri sebagai bagian dari larangan perjalanan menjelang transisi ke pemerintahan Biden yang akan datang.


Duta besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kelly Craft (Foto: Dok Reuters)


NEW YORK, IPHEDIA.com - Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Kelly Craft, membatalkan lawatannya ke Taipei dan melalui panggilan telepon dengan Presiden Taiwan, Tsai Ing-wen, Craft mengatakan Amerika Serikat mendukung Taiwan dan akan selalu demikian.

Kunjungan Craft yang direncanakan datang di tengah keberatan kuat dari China yang memandang pulau itu sebagai wilayahnya sendiri. Namun, perjalanan itu dibatalkan oleh Departemen Luar Negeri sebagai bagian dari larangan perjalanan menjelang transisi ke pemerintahan Biden yang akan datang.

Craft, yang akan meninggalkan perannya ketika Joe Biden mengambil alih kursi kepresidenan minggu depan, menulis di Twitter bahwa itu adalah kehormatan besar untuk berbicara dengan Tsai.

“Kami membahas banyak cara Taiwan adalah model bagi dunia, seperti yang ditunjukkan oleh keberhasilannya dalam memerangi COVID-19 dan semua yang ditawarkan Taiwan di bidang kesehatan, teknologi & sains mutakhir,” katanya.

“Sayangnya, Taiwan tidak dapat membagikan keberhasilan tersebut di PBB, termasuk Majelis Kesehatan Dunia, sebagai akibat dari hambatan RRT,” tambah Craft, mengacu pada Republik Rakyat Tiongkok.

"Saya menjelaskan kepada Presiden Tsai bahwa AS berdiri bersama Taiwan dan akan selalu, sebagai teman dan mitra, berdiri bahu-membahu sebagai pilar demokrasi," ujar Craft, melansir Reuters, Kamis.

Kunjungan Craft akan menjadi sangat simbolis karena Taiwan bukan anggota PBB karena keberatan China. Beijing mengatakan hanya mereka yang memiliki hak untuk berbicara untuk Taiwan di panggung dunia, sesuatu yang ditolak oleh pemerintah yang terpilih secara demokratis di Taipei.

Kantor kepresidenan Taiwan mengatakan Tsai dan Clark telah membahas partisipasi internasional pulau itu, hubungan Taiwan-AS, dan berbagi cita-cita demokrasi. David Feith, Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik juga dihubungi.

Beijing telah marah dengan peningkatan dukungan untuk Taiwan dari pemerintahan Presiden Donald Trump yang akan berakhir, termasuk perjalanan ke Taipei oleh pejabat tinggi AS, yang semakin mempererat hubungan Sino-AS.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo, pada Sabtu mengatakan dia mencabut pembatasan kontak antara pejabat AS dan mitra Taiwan mereka.

Perjalanan Craft ke Taiwan tampaknya menjadi bagian lain dari upaya Pompeo dan pemerintahan Trump untuk mengunci pendekatan yang sulit ke China sebelum Presiden Demokrat terpilih Biden menjabat pada 20 Januari. (rts/ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top