Jawa Timur Terapkan PPKM Jilid II di 17 Daerah

Jumlah daerah pelaksana PPKM Jilid Kedua ini mengalami penambahan. Pada jilid pertama, PPKM dilaksanakan di 15 kabupaten/kota mengikuti indikator dari pusat dan situasi penularan Covid-19.


Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa


SURABAYA, IPHEDIA.com - Menekan penyebaran Covid-19, Pemprov Jawa Timur (Jatim) memutuskan 17 kabupaten/kota di daerah ini menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid kedua mulai 26 Januari-8 Februari 2021.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menetapkan itu dalam Keputusan Gubernur Nomor 188/34/KPTS/013/2021 yang dia tandatangani pada Selasa, 26 Januari 2021.

Jumlah daerah pelaksana PPKM Jilid Kedua ini mengalami penambahan. Pada jilid pertama, PPKM dilaksanakan di 15 kabupaten/kota mengikuti indikator dari pusat dan situasi penularan Covid-19.

Daerah pelaksana PPKM yang ditetapkan Gubernur Jatim, Khofifah, beberapa di antaranya Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo, Gresik, Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Malang, Kota Madiun, juga Kabupaten Madiun.

Selain itu, daerah lain yang akan menerapkan PPKM antara lain Kota Blitar, Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Magetan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Tuban, dan Kabupaten Pamekasan.

“Mudah mudahan semua tetap semangat, tetap sehat, bisa memaksimalkan ikhtiar kita untuk meningkatkan efektifitas PPKM,” tegas Gubernur Jatim, Khofifah, dalam rapat evaluasi PPKM, Selasa.

Menurut Gubernur Jatim, PPKM adalah upaya pemerintah meningkatkan kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi protokol kesehatan pencegahan penularan dan penyebaran Covid-19.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan semua elemen di Jatim, mulai dari tenaga kesehatan, TNI/Polri, juga relawan dari masyarakat sudah bekerja luar biasa dalam penerapan protokol kesehatan ini.

Sebagai ganjarannya, Jatim sekarang turun peringkat dalam hal angka penyebaran Covid-19. Saat ini Jatim ada di posisi keempat kasus Covid-19.

Sebelumnya, Jatim selalu menjadi provinsi dengan angka penularan Covid-19 tertinggi setelah DKI Jakarta. Tapi, dia mengakui masih punya pekerjaan rumah (PR).

Menurut Gubernur Khofifah pihaknya akan meningkatkan upaya untuk menekan angka kematian akibat Covid-19 di Jawa Timur yang mana berdasarkan data yang ada, trennya masih tinggi.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan bukti kerja keras semua pihak, terutama dalam hal pelaksanaan operasi yustisi. Dia mengutip data Kepolisian Daerah Jawa Timur.

Hasil operasi yustisi sejak 11-24 Januari 2021, tingkat kepatuhan masyarakat dalam hal protokol Kesehatan masih kurang meskipun PPKM digelar selama dua pekan.

Lebih dari 1,9 juta orang terjaring hasil dari razia di beberapa tempat kerumunan di 15 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 1,5 juta di antaranya dijatuhi sanksi beragam. (Sugeng P/Ip)


Buka Komentar
Tutup Komentar
No comments:
Write Komentar

Siapapun boleh berkomentar, tetapi dengan cara yang bijaksana dan bertanggung jawab. Berkomentarlah dengan nama yang jelas dan bukan spam agar tidak dihapus. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab individu komentator seperti yang diatur dalam UU ITE (Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik) maupun perundang-undangan yang berlaku.

TOPIK


Back to Top